Mohon tunggu...
Nurul Mutiara R A
Nurul Mutiara R A Mohon Tunggu... Freelancer - Manajemen FEB UNY dan seorang Blogger di www.naramutiara.com

Seorang Perempuan penyuka kopi dan Blogger di http://www.naramutiara.com/

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Puisi : Andai Aku Menjadi Kucing

30 Juli 2022   09:24 Diperbarui: 18 September 2022   21:48 666
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Seekor kucing abu mengeong pelan dibawah rombong berwarna biru. 

Wajahnya pucat pasi sembari menahan lapar yang telah memburu. 

Dengan ratapan gelisah ia berupaya melakukan dialog dengan para manusia. Mengeong.

Sesekali tubuh kurusnya memutari kaki-kaki para pembeli berharap diberi kasih. 

Seekor kucing hitam lalu ikut nimbrung. Tubuhnya yang dekil dan bulunya yang kasar ikut berharap diberi, bersaing dengan si abu. 

Dua potong ikan bandeng diberikan oleh satu manusia baik. Ia mengelus kucing-kucing itu dengan manis.

Ikan itu dipungut kucing hitam, entah dibawa kemana. Mungkin akan dibagikan kepada anak-anaknya yang juga kelaparan menunggu kehadirannya.

Andai aku menjadi kucing, apakah aku akan lari atau berani meminta barang secuil tulang? 

Andai aku menjadi kucing, mungkin rasanya aku akan mudah bersyukur atas kemurahan Tuhan yang memberi kehidupan

Bersyukur itu perlu. Tak perlu berandai jadi kucing. Cukup jadi diri sendiri dan beri kemurahan hati pada makhluk yang membutuhkan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun