Mohon tunggu...
Nurul Mutiara R A
Nurul Mutiara R A Mohon Tunggu... Freelancer - Manajemen FEB UNY dan seorang Blogger di www.naramutiara.com

Seorang Perempuan penyuka kopi dan Blogger di http://www.naramutiara.com/

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Sound of Borobudur: Ketika Musik Menghubungkan Manusia dan Dunia

6 Juli 2021   21:53 Diperbarui: 8 Juli 2021   19:00 594
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bukan hanya itu saja, dihadirkan pula Prof. Emerita Margaret Kartomi, Guru Besar di Sir Zelman Cowen School of Music and Performance, Monash University, Australia dan Moe Chiba selaku perwakilan dari UNESCO untuk memperkaya pandangan para tamu mengenai musik.

Setelah puas dengan sesi webinar dan tanya jawab dengan para pakar, sekitar pukul 15.32 wib, pembawa acara mulai mempersilahkan para musisi Sound of Borobudur memasuki panggung. Mereka bakal memperlihatkan permainan secara ansambel. Saya dan para tamu terlihat antusias. Sampai-sampai, kami berjejal merapat ke bagian depan panggung. Tentu saja, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Alunan musik yang dimainkan secara harmonis itu begitu mengalun indah. Menyihir tiap mata dan telinga yang mendengar. Para hadirin seolah-olah menari diam bersamaan dengan harmoni yang dimainkan Trie Utami, Dewa Budjana, Vicky Sianipar, Samuel Glenn, Nurkholis, Uyau Morris, dan Ivan Nestorman di atas panggung.

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi

Saya menangis sesak. Bukan karena sedih, tetapi merasa haru. Musik seolah membawa pikiran saya memasuki alam bawah sadar. Menjelajah dimensi waktu di abad ke 8. Bisa jadi, kala itu hal semacam inilah yang terselenggara di pelataran Candi tatkala Pramodhawardani meresmikan bangunan yang semula bernama Bhumi Sambhara Bhudara ini.

Lantunan Sound of Borobudur mampu memainkan imajinasi serta emosi saya untuk tak berhenti membayangkan cerita mengenai Mataram Kuno. Selain itu, melaluinya terbentuk spirit baru yang indah, harmoni antar manusia dalam memainkan musik dan menyuarakan perasaan melalui bunyi.

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi

Ivan Nestorman. Musisi yang berasal dari Flores, NTT ini sempat membuat saya merinding. Alunan suara khasnya sanggup membuat saya menangis tanpa suara. Ada sensasi spiritual yang tak bisa dijelaskan menguar begitu bebas ketika ia bernyanyi, sembari memainkan Sasando di tangannya.

Luar biasa! Inikah salah satu hubungan yang bisa terjalin antara musik dan manusia? 

Ketika Musik Menghubungkan Manusia dan Dunia

Musik adalah keajaiban. Ia mampu mengobrak-abrik hati manusia. Mempengaruhi mood dan alam bawah sadar sehingga bisa bergerak atau bertindak. Coba saja, tiap kali merasa sedih atau bahagia, genre musik yang diputar pun akan berubah. Ia mengikuti irama hati pendengarnya.

Hari itu, kala Sound of Borobudur Orchestra melantunkan lagu, emosi dalam diri saya membuncah. Tak ada alasan khusus, tiba-tiba, jantung berdegup kencang. Air mata keluar membasahi pipi. Kalau kata Pak Menteri Sandiaga Uno, mbrebes mili (menangis). 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun