Mohon tunggu...
Mutiarizki Hapsari
Mutiarizki Hapsari Mohon Tunggu... Mahasiswa - A curious student.

Non sum qualis eram.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Meredupnya Dominasi Filsafat Hellenisme di Abad Pertengahan

26 Oktober 2021   23:46 Diperbarui: 27 Oktober 2021   00:36 1511
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Abad pertengahan di Eropa dimulai sejak keruntuhan kekaisaran Roma pada abad ke-4 dan 5 Masehi hingga era renaisans pada abad ke-15 Masehi (Fritz dkk., 2021). Ini dapat dikatakan bahwa abad pertengahan telah berlangsung di Eropa selama kurang lebih 800 tahun. Filsafat di abad pertengahan pada umumnya memiliki keterkaitan yang erat dengan pemikiran Kristen, pemahaman teologi, dan para filosof yang kebanyakan berasal dari kalangan pendeta. 

Filsafat di era ini cenderung berbeda dibandingkan dengan filsafat Yunani, yang mengedepankan kebebasan berpikir dan kemerdekaan mengemukakan pendapat tanpa terikat oleh doktrin agama dan masyarakat tertentu.

Filsafat di kawasan Eropa pada abad pertengahan dianggap bertentangan oleh agama Kristen, yang mengajarkan Injil bahwa Tuhan turun ke dunia untuk mewahyukan berita baik, dan orang-orang yang beriman tidak sepatutnya untuk mendengarkan filsafat Yunani yang murni hasil pemikiran manusia fana (Nanawi, 2017). 

Menimbang dua pemikiran yang saling bertentangan itulah maka masyarakat Eropa terbelah menjadi dua kubu; kubu pertama yang percaya buta akan agama tanpa mengindahkan filsafat Yunani, dan kubu kedua yang menganggap bahwa justru filsafat Yunani dapat pula digunakan sebagai alat untuk mengabdi pada agama.

Filsafat Yunani secara resmi telah kehilangan dominasinya di kalangan masyarakat Eropa ketika, seabad kemudian, para pemikir Kristen seperti St. Ambrose (339-397), St. Victorinus (304), dan St. Augustine (354-430) mulai mengasimilasi ajaran Neoplatonisme ke dalam doktrin Kristen dalam rangka merasionalkan kepercayaan agama Kristen (Fritz dkk., 2021). 

Dengan peleburan filsafat Yunani ke dalam ajaran Kristen, ini menyebabkan lahirnya ide filsafat baru bernamakan filsafat Kristen yang berada di bawah kendali para pemuka agama Kristen.

Dengan filsafat Kristen yang memayungi segala sendi kehidupan masyarakat Eropa, abad pertengahan berubah menjadi abad kegelapan. Segala norma diatur oleh pendeta Kristen, bahkan termasuk sistem pemerintahan. Para sejarawan menilai bahwa filsafat tidak memiliki, bahkan nyaris nol, kemajuan yang berarti. Seiring dengan tunduknya masyarakat di bawah doktrin agama, maka sistem politik dan sistem pemerintahan telah berubah menjadi sistem pemerintahan teokratis. Sistem pemerintahan teokratis memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Dasar negara yang dilandaskan pada agama;
  • Sumber hukum dalam menjalankan kehidupan bernegara didasarkan pula pada kitab suci agama;
  • Dilantiknya para tokoh agama menjadi pemimpin negara.

Selain itu, praktik pelekatan filsafat Kristen turut dimasukkan ke dalam pendidikannya, yang dinamakan sebagai skolastik. Skolastik sendiri adalah gerakan untuk mendirikan sekolah-sekolah agama menjadi tempat menimba ilmu bagi kalangan masyarakat. Bahan pengajaran dari metode skolastik mengikut dari sistem Yunani dan Roma yang dinamakan arte liberaales yang terdiri atas: grammatika, dialektika, geometri, aritmatika, astronomi, dan musik (Nanawi, 2017). Dari cabang dialektika inilah maka filsafat Kristen disusupkan.

Sekilas, pengimplementasian agama dengan filsafat ke dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara adalah suatu gagasan yang bagus demi meningkatkan tingkat spiritualitas masyarakat. Akan tetapi, setelah lebih dari puluhan tahun sistem pemerintahan teokratis dijalankan, terjadi berbagai penyelewengan yang dilakukan oleh pihak-pihak gereja. Puncaknya adalah terbelahnya umat Kristen menjadi dua, yaitu Protestan dan Katolik, yang akhirnya dikenal sebagai reformasi gereja. Pelopor dari reformasi gereja adalah Martin Luther King.

Reformasi Gereja yang terjadi di tahun 1517. https://images.app.goo.gl/eqA6183BizEMJBHe9
Reformasi Gereja yang terjadi di tahun 1517. https://images.app.goo.gl/eqA6183BizEMJBHe9

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun