Mohon tunggu...
Musfiq Fadhil
Musfiq Fadhil Mohon Tunggu... Tenaga Kesehatan - Abdul Hama

Less is More

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Sekarang

18 November 2022   04:38 Diperbarui: 18 November 2022   13:43 130
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar dari pixabay

Sekarang

Masa lalu dan masa depan di dalam kepalamu
Berkeliaran seperti gerombolan babi hutan
Memporak-porandakan lahan
Mengejar Pak Tani dan
Menyeruduknya hingga hampir mati

Mengingat masa lalu membuat wajahmu biru
Membayangkan masa depan membuat badanmu layu
Pagi siang malam kau selalu ketakutan
Kau merasa hidupmu penuh dengan ancaman
Kau merasa dikepung oleh penyesalan
Kau merasa disudutkan oleh kecemasan

Jangan biarkan itu
terus-menerus berkembangbiak
membuat batok kepalamu sesak
Beranilah bangun dan bergerak
Usir penyesalan masa lalumu
Buang kecemasan tentang masa depan
Tanami kembali kepalamu yang gersang
dengan hijau masa sekarang

Pejamkan kedua matamu
Tarik udara ke hidungmu dalam-dalam
Embuskan dari mulutmu perlahan-lahan
Rasakan betapa segar dan tenang
Hidupmu sekarang

Moci

Di teras
Malam sehabis hujan
Saya duduk bersama angin dingin
dan secangkir teh poci panas
Menghirup angin berbau tanah basah
Menyeruput teh sepat legi
beraroma bunga melati
Nikmat sekali
Sedih, was-was,
benci, dengki
dan segala rasa
yang tidak pas
Saya hempaskan
dari hati dan pikiran.

Saatnya Tidur

Hari ini kau masih gagal
Tapi itu bukan masalah
Jangan dirisaukan
Jangan pula kau merasa malu
Usaha kerasmu itu sudah termasuk kesuksesan
Sepatutnya kau tetap berbangga dan bahagia

Besok selalu ada kesempatan
Untuk bisa pantang mundur
berusaha lebih keras lagi
Tapi lupakan itu sejenak
Sekarang,
Sudah saatnya kau tidur
Tidurlah Beristirahatlah


(2022)

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun