Mohon tunggu...
Mustiana
Mustiana Mohon Tunggu... Penerjemah - Penulis
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Penulis dan penyuka traveling

Selanjutnya

Tutup

Trip Artikel Utama

Menempuh 5 Jam ke Papua dengan Tidak Menyenangkan

21 Juni 2019   10:39 Diperbarui: 21 Juni 2019   21:32 734
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Saat ada undangan liputan ke Papua selama seminggu masuk ke email saya. Saya langsung mengangkat tangan dan menawarkan diri. Hm... kalau saya sudah keras kepala begini biasanya segala rupa saya lakukan buat membujuk si masnya supaya diizinkan. 

Jika banyak orang memilih kenyamanan dalam berliputan, saya memang sedikit beda, karna lebih suka segala yang membawa saya ke petualangan baru. Walau nantinya tahu belakangan itu rawan marabahaya. 

Selama masa menunggu itu juga setiap salat saya berdoa agar rencana itu segera terlaksana. Hingga akhirnya sang penyelenggara memanggil kami (para jurnalis) untuk berkumpul dan membagi posisi. Saya dapat penempatan di Nabire. Saya cuma berdua kala itu sama rekan yang ternyata satu grup dan satu lagi media interen perusahaan tsb. 

Jadilah kami bertiga berangkat dengan sebelumnya rutin meminum obat antimalaria seminggu sebelumnya. Belum juga berangkat, tapi pikiran saya sudah berkelana kemana-mana bahkan sampai membayangkan tinggal di Honai, rumah khas Papua, bersama suku-suku pedalaman. Makanya persiapan ekstra banget saat itu karena saya juga adalah tipe pemilih makanan jadi banyak yg saya siapkan itu hingga segala jenis makanan kering yang akhirnya tidak termakan malah akhirnya saya hibahkan ke salah satu mahasiswa peserta ekspedisi. 

Jadi liputan kali ini adalah liputan ekspedisi untuk menerangi papua yang tak terjamah. Ugh it is soooo meee... Kami pun pergi dengan penerbangan malam yang memang sangat tepat untuk tidur selama 5 jam ke depan. Tapi coba apa yang saya dapatkan! tak bisa tidur. Sebabnya si lucu... wkwkwk. Gara-gara kejebak orang pacaran!!! 

Jadi saya kasih tahu sedikit, kami ini berangkat sama-sama mahasiswa dan beberapa utusan dr perusahaan tersebut  (dari berbagai daerah=yang ini saya baru tahu belakangan). 

Nah, di pesawat garuda yang nyaman itu saya bersebelahan dengan almamater saya, ekspektasi : diskusi soal sospol sampai kondisi kampus terkini. Kenyataan: Baru ba bi bu... dia udah mojok ama ceweknya. 

Hasilnya jadi nyamuk, nonton lalu denger musik lalu tidur, ga bisa tidur ternyata karena disebelah saya, mereka cekikikan sampe tengah malam. Transit makassar muka makin masam karena gak bisa tidur. Damn! 

Kita Transit lalu perjalanan pun akhirnya sampai Nabire. Saat dari kota transit ke Nabire saya duduk lagi dengan si mahasiswa tukang pacaran itu. Saking bad moodnya saya bilang sama dia "Kok sama lu lagi? gak ada yang lain" wkwkkw dengan masang super jutek. 

Sampai di Nabire, kita disambut dengan tarian khas papua senang rasanya plus lucu rasanya karna rekan saya liputan khas vlog jadi seru aja ngeliatin dia. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun