Mohon tunggu...
Gigih Mulyono
Gigih Mulyono Mohon Tunggu... Peminat Musik

Wiraswasta. Intgr, mulypom2

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Amerika Latin, Catatan Perjalanan 30

19 Mei 2020   10:15 Diperbarui: 19 Mei 2020   10:07 30 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Amerika Latin, Catatan Perjalanan 30
Buenos aires Argentina. Dokpri


Dokpri
Dokpri

9. Buenos Aires

Buenos Aires ibukota Argentina sering dianggap sebagai Parisnya Latin Amerika.

Kalau Paris disebut city of light and romans, Buenos Aires adalah city of enthusiasm and Tango. Indonesia pun tak mau kalah, tempo doeloe Bandung disebut Parisj Van Java dan Garut yang berpegunungan sebagai Swiss dari Parahyangan.

Sore itu kami mendarat di Parijs van latam, setelah sekitar dua jam penerbangan dari Santiago. Marisa, nona latino mungil pemandu kami di Bnos A (Buenos Aires) menjemput di bandara yang ramai. Rupanya alarm covid masih sayup terdengar di Argentina sebagaimana negara tetangganya Brazil.

Kenapa Bnos A disebut Parisnya latam menjadi terasa kebenarannya ketika bus memasuki Avenue 9 Juli, jalan raya 9 juli. Jalan besar ini dinamai sama dengan tanggal pernyataan kemerdekaan Argentina dari Spanyol. Yaitu tanggal 9 juli 1816.

Avenue 9 juli mengadop model de champ Elysees, jalan raya terkenal sedunia yang membelah kota Paris. Hanya jalan raya avenue 9 juli ini lebih lebar dibanding de champ Elysees.

Dengan lebar sekitar 140 meter, avenue cantik di Bnos A ini disebut sebagai jalan raya paling lebar di dunia. Senja temaram, bus pelan menyusuri urat nadi utama Bnos A yang sangat lebar.

Dari ujung ke ujung Avenue 140 meter ini dimulai dengan pedestrian lebar pejalan kaki. Kemudian jalur lambat untuk dua mobil, lalu jalur hijau tidak begitu lebar. Disusul jalur cepat untuk tujuh mobil. Kemudian median jalan berupa taman lebar di sepanjang jalan. Berlanjut dengan jalur cepat, jalur hijau, jalur lambat dan pedestrian pejalan kaki sebagaimana di sisi satunya.

Sedangkan di bawah avenue, sepanjang satu kilometer ini konon adalah jalur kereta bawah tanah. Avenue ini selain sebagai pemecah kemacetan kota juga difungsikan untuk penghijauan, keindahan dan kebanggaan Argentina.

Avenue 9 juli, Buenos Aires. Dokpri
Avenue 9 juli, Buenos Aires. Dokpri
Di awal abad 20 Argentina adalah salah satu negara paling makmur di dunia. Pemerintah menyempurnakan rancangan kotanya yang berarsitektur blocking ala kota Barcelona dengan  membangun avenue 9 juli bergaya Paris.
Untuk memperindah ibukota negeri Tango ini pemerintah mendatangkan segala jenis flora unik dan cantik dari seluruh dunia. Salah satunya dari Indonesia, sejenis pohon karet kebo yang kini berusia 200 an tahun, menjalar ikonik di taman halaman komplek makam Evita Peron.

Avenue 9 juli adalah destinasi wisata wajib kunjung di kota ini. Kalau ikon di de Champ Elysees berupa tugu megah peringatan kemenangan Napoleon. Yaitu Le arch de triomphe di ujung jalan yang merupakan simpang pertemuan 12 jalan. Di avenue ini akan dijumpai bangunan bangunan indah dan megah, juga landmark cantik sebagai ikon. Dikelilingi taman taman cantik dan rapi. Seperti Obelisk, tugu lancip putih menjulang. Gedung seni dan teater bergaya klasik megah, gedung tinggi bekas kementerian komunikasi yang di puncaknya terpampang mural tembaga, Evita Peron lagi on air..... Almarhumah Evita ibu negara Argentina dulunya adalah penyiar radio...... dan bangunan bangunan cantik lainnya.

Mengamati avenue sangat lebar ini membayangkan, bagaimana para pejalan kaki menyeberangi saat lampu menyala hijau. Barangkali harus berlari untuk bisa melampui dari ujung ke ujung. Atau harus bertahap, menunggu dua kali lampu hijau.

Lampu lampu jalan dan taman mulai nyala, bunga bunga pink sakura Thailand berkelopak besar bermekaran memperindah suasana. Bus minggir berhenti. Kami turun, akan menginap dua malam di hotel kecil sisi kanan Avenue 9 juli.
Besok baru akan menjelajah kota.
Avenue 9 juli. Dokpri
Avenue 9 juli. Dokpri
Dokpri
Dokpri
        bersambung

VIDEO PILIHAN