Mohon tunggu...
mulia nasution
mulia nasution Mohon Tunggu... Jurnalis - Jurnalis

Pernah bekerja sebagai jurnalis The Jakarta Post, RCTI, Trans TV. Sekarang bergiat sebagai trainer jurnalistik, marketing dan public relations

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Surat Cinta Membabi Buta

6 Februari 2019   10:34 Diperbarui: 6 Februari 2019   11:54 141
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Lestari yang kamu maksud, Jeng?"tanyanya, penuh harap.

"Siapa lagi kalau bukan Lestari, Tong! Pilihanmu tepat sekali," aku berseru sembari menjabat jemarinya ketat.

"Cewek cakep itu bilang apa sih, Jeng?"desaknya."Menyangkut diriku ya , Jeng?"

"Pokoknya siip deh. Ditanggung gregetan kamu,Tong!"

Otong Gapuak tersenyum simpul. Setelah puas mendengar penjelasan dan celotehku selanjutnya, berkali-kali ditepuknya bahuku. Tanpa aku yang meminta, dia berjingkrak-jingkrak menuju loket penjualan karcis. Senyum cerianya mengiringi langkahnya."Tunggu sebentar, Jeng! Kita nonton berdua. Kamu setuju kan bila aku yang traktir?"tukasnya.

"Tentu saja!"

Asyik kan! Siapa nyana kalau akhirnya kedatanganku ke bioskop ini membawa mujur, hanya bermodalkan cipoak.

                                                                                               ***                                                        

Besoknya, Lestari datang ke rumahku. Tadi pagi, aku memang absen ke sekolah karena terlambat bangun. Tidak seperti biasa, gadis manis itu tergesa-gesa sekali. Ketika sampai di beranda rumahku, cewek berpenampilan kalem itu terkesima."Tumben kamu datang!"sambutku ramah.

Gadis itu tergagap-gagap, betapa ia tak menyadari bahwa aku sudah berada di hadapannya. Kecemasan memerangkap wajah Lestari. Kabut hitam seperti  bergumpal-gumpal  di kaki langit sana .            "Wah, kamu gawat Jeng!"   Itu kalimat pertama yang bergetar di bibirnya. Mengagetkan!

"Ada apa, Tari? Kelihatannya kamu sangat cemas,non! Barangkali aku dapat membantumu," tukasku tak kehilangan akal saat  kami berada di ruang tamu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun