Mohon tunggu...
Mukhlis
Mukhlis Mohon Tunggu... Guru - Guru SMA Negeri 1 Lhokseumawe

Penulis Buku: Teknik Penulisan Puisi, Teori, Aplikasi dan Pendekatan , Sastra, Pendidikan dan Budaya dalam Esai, Antologi Puisi: Lukisan Retak, Kupinjam Resahmu, dan Kutitip Rinridu Lewat Angin. Pemimpin Redaksi Jurnal Aceh Edukasi IGI Wilayah Aceh dan Owner Sastrapuna.Com . Saat ini Bertugas sebagai Guru SMA Negeri 1 Lhokseumawe

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Kereta Harapan

25 November 2023   11:29 Diperbarui: 25 November 2023   11:32 63
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
 Sumber gambar: Pixabay

 Kereta negeri merangkak di atas khatulistiwa
Entah ke mana besi ular itu menjalar?
Lima riibu seratus kilometer jarak tempuh dilewati
Mengular di atas bidak dunia
 
Kereta harapan tertatih  di garis khatulistiwa
Peron -peron menjerit menampar telinga
Logam tua masa kompeni,  pipih disetrika matahari
 
Sejak aku  ingusan,
Raungan kereta  merontokkan nyali dunia
Seribu satu cara  digalang lawan
Keretaku gagah merejam malam
Seribu kuda tak mampu menikung belokan


Kini...
Bisu membeku bagai  besi renta
Penumpang mengemis dalam gerbong kelaparan
Penganguran  di wisuda per kwartal
Lapangan kerja seukuran tenis meja


Di gedung mewah,  senator menjual kemiskinan
Menyoraki keadilan menjerat diri
Orang jujur dikubur di keramaian
Kereta negeri  lapuk didera hujan dan bola api
 
Kereta negeri tak lagi perkasa
Penumpang melompat lewat tingkap

Baca juga: Kereta Terakhir


Dulu...
Aku bangga dengan keretaku
Berpeluh -peluh kudendangkan keperkasannya


Kini....
Dibalik kaca mata hitam aku mendendangkan nasibmu


Oh keretaku....
Masih beranikah waktu berputar  kearah pukul dua belas
Aku sudah lama antre di stasiun menua


Lhokseumawe,  November2023

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun