Mohon tunggu...
Muis Sunarya
Muis Sunarya Mohon Tunggu... Lainnya - Menulis tentang filsafat, agama, dan budaya

filsafat, agama, dan budaya

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Becermin dari Cerita Fabel "Singa dan Tikus": Jangan Selalu Mendongak, Merunduklah!

7 Januari 2021   12:12 Diperbarui: 7 Januari 2021   12:25 1639
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
dongengceritarakyat.com

Santri harus bisa, kalau tidak atau belum bisa, maka risikonya santri tersebut harus siap menerima setrap atau sanksi berdiri di sudut depan kelas, membawa buku teks, dan disuruh oleh gurunya untuk membaca ulang atau mempelajarinya kembali.

Nah, salah satu cerita fabel yang saya ingat berjudul "Singa dan Tikus" (al-Asadu wa al-Fa′ru).

Cerita Fabel: Singa dan Tikus

Singa, si raja hutan sedang tidur. Sontak tikus merayap di atas kepala singa. Singa terbangun. Sudah pasti ia marah pada tikus. Bahkan tikus nyaris dibunuhnya.

Tikus menangis sambil mengiba. Singa terenyuh dan merasa kasihan pada tikus. Singa berlalu dan meninggalkan tikus. Tikus yang bernasib baik dan beruntung.

Di lain waktu, singa teperangkap jaring yang sengaja dipasang oleh seorang pemburu untuk menjeratnya. Singa mengaum. Meronta-ronta untuk melepaskan dirimya dari jerat jaring. 

Hatta, ia merasa kewalahan. Gagal untuk keluar dari jaring. Ia cuma bisa mengaum, seakan-akan ia mengiba pertolongan.

Saat itulah tikus yang beruntung dan bernasib baik itu mendengar auman singa. Segera ia beranjak untuk menolong singa. 

Dengan giginya yang tajam, tikus gigih berusaha merobek jaring itu. Sampai ia bisa merobeknya. Akhirnya, singa lepas bebas dari jerat jaring itu. 

Singa sangat berterima kasih atas pertolongan tikus. Ia merasa takjub, bahwa tikus, hewan sekecil itu bisa melakukannya. 

 "Ternyata, kamu hebat tikus. Kamu bisa melakukan yang aku tidak bisa melakukannya. Padahal aku meremehkan dan memandangmu sebelah mata selama ini," kata singa. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun