Mohon tunggu...
Muhammad Rio Fitrian
Muhammad Rio Fitrian Mohon Tunggu... Mahasiswa - hello

indonesia

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Analisis Daya Saing Produk-produk Indonesia di Pasar China

17 Oktober 2021   10:01 Diperbarui: 17 Oktober 2021   10:06 53 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

-latar belakang

pemberlakuan perjanjian perdagangan bebas ASEAN-China (CAFTA) pada 1 januari 2010, ini berarti kita harus mengikuti semua kesepakatan -kesepakatan yang sudah dibuat terkait keterbekukaan pasar. kondisi seperti ini menuntut  industri-indsutri kita sudah harus siap berhadapan, bersaing langsung dengan industri dari kawasan yang melempar produknya  kepasar indonesia.

Besarnya jumlah penduduk memang menjadikan indonesia sebagai pasar yang sangat besar bagi produk negara lain dan dengan perdagangan bebas, produk-produk memang bakal menjadi lebih bersaing, baik harga maupun kualitas. meskipun dalam kenyataanya banyak indsutri yang merasa terhadang dengan berlakunya CAFTA, berdasarkan data kompas 22 januari 2010 ada 10 sektor industri yang berpotensi terhadang dengan berlakunya CAFTA.

  1. industri permesinan 
  2. sektor perkebunan dan pertanian
  3. industri petrokimia 
  4. indsutri  makanan dan minuman
  5. industri tekstil dan produk tekstil 
  6. industri alas kaki
  7. industri elektronik dan peralatan listrik
  8. industri besi baja
  9. industri plastik
  10. jasa pemesinan

untuk memenangkan persaingan yang sangat ketat, perusahaan perusahaan lokal di indonesia tidak hanya memerlukan perubahan dari sisi produk yang ditawarkan ke pasar sasaran tetapi yang lebih penting adalah melakukan penyesuaian terhadap budaya kerja perusahaan baik, dari sisi pekerja maupun  dari sisi manajemen. siap menghadapi persaingan global paling tidak ada dua hal yang harus dicermati: pertama, para manajer memiliki keterampilan yang memadai menghadapi persaingan global, kedua, organisasi secara  keseluruhan  memiliki budaya organisasi yang cukup luwes dan adaptif untuk dapat merespons perubahan lingkungan yang cepatyang terbawa oleh keterbukaan dan penyebaran informasi yang sangat cepat. krfus  hal tersebut diharapkan memberikan dampak positif bagi efektivitas produksi sehingga dapat menaikan daya saing produk di pasar lokal maupun luar negeri. Indonesia sebagai salah satu negara ASEAN telah menyepakati perjanjian perdagangan bebas ASIAN-China yang mulai berlaku sejak 1 januari 2010. 

Dampak yang ditimbulkan oleh perjanjian CAFTA ini adalah membuat 1,516 pos tarif dihapuskan atau bea masuknya menjadi 0% dampak lainnya yaitu penerimaan bea masuk akan mengalami penurunan 8,5% yakni dari 18,1 triliun pada tahun 2009 menjadi 16,5  trilliun di tahun 2010 ( kementrian keungan indonesia). Perjanjian CAFTA tidak selamanya memberi dampak negatif bagi perekenomiaan indonesia tetapi memiliki dampak posiif bagi proyeksi laba BUMN secara agregat karena BUMN dapat membeli barang modal yang lebih murah dan dapat melakukan ekspor ke china dengan tarif yang lebih rendah. 

Untuk menahan laju masuknya produk-produk china pemerintah melakukan negoisasi ulang harmonisasi untuk 228 pos tarif domestik, sektor yang akan dinegoisiasi ulang diantaranya tektil,baja,manufaktur dan elektronik China pada tahun 2009 telah menjadi negara pengekspor terbesar di dunia mengalahkan jerman berdasarkan data global trade information services mencatat ekspor china  mencapai us 957 miliar sedangkan jerman hanya mencapai us 917 miliar. 

Tingginya nilai ekspor dari china ternyata juga membuka peluang  bagi kita untuk memasuki pasar china data dari BPS menunjukan sejak tahun 2008 ekspor Indonesia ke China malah mengalami peningkatan dibandingkan dengan jepang dan amerika serikat yang menjadi tujuan utama ekspor indonesia yang mengalami penurunan. Untuk dapat memasuki suatu pasar luar negeri tentu membutuhkan produk yang sangat memiliki daya saing tinggi sehingga dapat bersaing dengan produk dari negara lain. Untuk itu perlu diketahui  kekuatan daya saikng produk-produk indonesia selama ini di ekspor ke pasar china sehingga dapat menyusun kebijakan yang sesuai dengan kondisi yang ada.

-proyeksi pertumbuhan ekonomi menurut sektor ekonomi

Sejalan dengan pulihnya perekonomian dunia kenaikan barang ekspor barang dan jasa pada tahun 2010 diperkirakan akan berada disekitar 6,3% untuk mencapai pertumbuhan sebesar ini tampaknya tidak akan sulit, karena berdasarkan data  empiris pertumbuhan ekspor barang dan jasa indonesia mencapai rata-rata mencapai diatas 10% dalam periode tahun 2004-2008 apalagi jika diikuti  oleh meluasnya diversifikasi ekspor baik dari produk maupun negara tujuan ekspor.

-perkembangan ekspor indonesia impor indonesia tahun 2005-2010

kondisi ekspor indonesia jika dilihat dari tahun 2005 sampai dengan kuartal ke-2 tahun 2010 baik ekspor maupun impor mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. peningkatan nilai ekspor impor yang cukup signifikan terjadi pada tahun 2008 yang mencapai  us  137.020.000 juta us dan impro sebesar 129.197 juta us . meskipun terjadi penurunan nilai ekspor impor pada tahun 2009 tetapi pada tahun 2010 kuartal ke 2 sudah melebihi 50% dari data perdagangan ekspor impor tahun 2009 sehingga dapat dipastikan nilainya akan terus meningkat sampai dengan akhir tahun 2010 hal ini menunjukan bahwa neraca perdagangan indonesia masih dalam kondisi surplus.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan