Mohon tunggu...
Felix Tani
Felix Tani Mohon Tunggu... Sosiolog Pedesaan

Sedang riset pertanian natural dan menulis novel anarkis "Poltak"

Selanjutnya

Tutup

Novel Pilihan

[Poltak #036] Apapun Masalahnya, Limun Solusinya

26 Desember 2020   19:08 Diperbarui: 26 Desember 2020   19:09 174 17 13 Mohon Tunggu...

Tak ada masalah tanpa solusi bagi anak kecil. Begitu pun bagi Poltak. Kata Guru Gayus, pembenci bisa menjadi pembunuh. Lalu pembunuh berakhir gila. Poltak tak sudi gila. Maka rasa bencinya kepada Jonder dicampakkannya. Selesai.

Tapi, untuk masalah ulangan berhitung, bagi Poltak solusinya tak semudah mencampakkan rasa benci. Sebab tak mungkin mencampakkan soal-soal ulangan, tanpa risiko dihadiahi ponten nol oleh Guru Barita.

"Ompung, belikanlah aku sebotol limun." Poltak memohon kepada neneknya, kemarin sepulang sekolah.

"Biar otakku encer, Ompung. Aku mau belajar berhitung.  Perkalian bilangan sebelas sampai duapuluh. Besok ulangan." Poltak membeber alasan, saat neneknya hendak menanyakan alasan.

Nenek Poltak sejatinya tak paham alasan cucunya. Kendati begitu, terdorong oleh rasa sayang pada cucu, dibelikannya jugalah sebotol limun untuk Poltak.

Bagi Poltak, berhitung itu pelajaran paling neraka . Khususnya perkalian bilangan ganjil. Terutama bilangan tujuh, sembilan, tigabelas, tujuhbelas, dan sembilanbelas.

"Itu gampang," kata Guru Barita, kemarin pagi. "Tinggal menambahkan bilangan yang sama terus-menerus."

Gampang?  Tinggal menambahkan bilangan yang sama?  Oh, tidak semudah itu bagi Poltak. Sekurangnya tak semudah membalik telapak tangan. Kecuali bila otak ada di telapak tangan.

Poltak harus belajar mati-matian. Supaya lancar hitungan perkalian. Itu bahan ulangan akhir triwulan kedua.  Taksudi dia mendapat punten merah dari Guru Barita. Takut nanti buku rapornya kebakaran.

Beruntung, ada sebotol limun menemani Poltak belajar.  Tepatnya menghafal perkalian bilangan 11 sampai 20. 

Poltak percaya, sebotol limun dapat mengatasi masalah. Bila dia demam, neneknya akan menyuguhkan sebotol limun. Setelah menenggak cairan merah berkarbonasi itu, tubuhnya menjadi segar, lalu demamnya berangsur hilang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x