Mohon tunggu...
Mona Fatnia
Mona Fatnia Mohon Tunggu... Lainnya - writer opinion

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ #La Tahzan Innallah Ma'anna #Bermanfaatuntuksesama #Rahmatanlillallamin

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

[Novel - Bagian Pertama ] "Pilihan Berujung Ketenangan"

25 Desember 2021   18:06 Diperbarui: 25 Desember 2021   18:10 88
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sabtu, 25 Des 2021. 

Tepat diawal tahun 2019, Saat dimana sebuah perubahan terjadi didalam perjalanan hidupmu, menjadi momen yang tak pernah terpikirkan bahkan terlupakan. mencari jati diri yang sebenarnya tak pernah muncul didalam benak untuk mencarinya, proses panjang yang tak mestinya dilakukan.

Ketika hati dan akal berlawanan untuk saling mengerti satu sama lain, membenarkan apa yang harus dibenarkan teramat susah kala itu, jalan yang dilalui waktu itu amatlah rumit. Pencarian pembenaran pada apa yang masih dianggap aneh bahkan radikal dengan segala tanda tanya besar.

Selepas pencarian itu berkecamuk dalam relung pikiran yang masih bertanya, apa? mengapa? dan kenapa?, lantas harus dijawab dengan apa segala tanda tanya itu, mencoba menarik paksa apa yang masih terhambat didalam benak dan hati dengan segala keterbatasan yang ada mencoba untuk mencari tanda tanya besar itu. 

Ya, ia adalah 3 diantara pertanyaan yang selama ini ku cari-cari dalam hidup, yang selama ini tak kutahu dengan jelas dan pasti tentang hidup yang masih sama setiap harinya, tentang aturan dan hukuman dari apa yang diperbuat, tentang dari mana raga ini diciptkan, untuk apa raga ini dan sebagai apa ketika raga ini hidup didunia ini, semuanya masih abstrak didalam benak. 

Pencarian itu, berujuang pada 3 simpul pertanyaan hidup, (Uqdatul Qubro), dimana segala pertanyaan itu terjawab, untuk apa saya diciptakan didunia ini? sebagai apa saya hidup didunia ini ? dan akan kembali kemana setelah saya meninggalkan dunia ini?. seperti tersambar petir disiang bolong.

Dalam benak.., kemana saja selama ini,? hidup hanya sekedar hidup tanpa adanya arahan yang jelas, petunjuk dan aturan yang membatasi segala aktivitas hidup tanpa menggunakan akal yang sudah IA ciptakan untuk berfikir lebih dalam tentang segala tanda tanya kemarin. 

Segala pertanyaan itu akhirnya terjawab dengan sendirinya, kala pilihan itu ku pilih tepat dengan petunjuk yang jelas, pilihan yang selama ini ku ragukan ketika melihat orang lain, mudah menjudge  bahwa itu salah dengan segala pembawaanya, pilihan yang membuat semuanya menjad berubah. 

Pilihan yang tak mestinya diacuhkan oleh yang lain, pilihan yang mestinya dicari dan digenggam dengan sekuat-kuatnya, pilihan yang menyadarkan segala perbuatan yang selama ini di anggap benar ternyata salah. 

Sebuah titik balik dalam hidup, kala pilihan itu membuat ku tersadar bahkan membuat diri jauh lebih tenang dan bahagia dari sebelumnya, masalah dan segala turunanya mulai disikapi dengan sebaik-baiknya, jalan yang membuat diri jauh lebih baik dari kemarin. 

Inilah pilihan yang selama ini ku cari, bahwa dengan merendahkan diri dihadapannya (Allah SWT) dan mencari tau segala Ilmu dari-Nya adalah jalan ketenangan yang haqiqi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun