Mohon tunggu...
Moh Tamimi
Moh Tamimi Mohon Tunggu... Jurnalis - Jurnalis, Traveler, Guru.

Mahasiswa Pascasarjana Institut Ilmu Keislaman Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Derita Sang Katak

17 Agustus 2021   22:22 Diperbarui: 18 Agustus 2021   07:04 72 5 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Derita Sang Katak
"Katak Petapa" Foto: Moh. Tamimi

Katak berdoa, "Ya Allah, lapangkanlah dadaku atas semua kehidupan ini. Sesakilah dadaku dengan cintamu!" Si Katak menyendiri di atas ranting. Ia ingin pergi dari kehidupan Sang Kodok, paling tidak ada jeda waktu untuk merawat rindu, merawat cinta. Katak mengikuti jejak langkah panutannya, Sang Umbu. Ia menatap langit, ingin hatinya lapang seluas cakrawala. Katak tak ingin terjatuh dan mati dari atas pohon itu. Ia hanya ingin merasakan kebebasan seperti burung layang-layang. Katak bertafakur, menikmati kesunyian lebih mendalam. 

Selamat berjuang, Katak.

Tak, tinggal berapa lama tapamu? Aku belajar padamu, Tak, bersabar, mengendalikan nafsu, dan tak banyak bicara. Akan tetapi, pikiranku selalu riuh, Tak. Kadang jari-jariku lebih kencang berbicara daripada mulutku. Bagaimana kamu bisa menyempurnakan tapamu itu, Tak? Bagaimana kamu menahan rindu dan merawatnya?

Sumenep, 10052020-10102020 

Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan