Mohon tunggu...
Mohammad Sofyan
Mohammad Sofyan Mohon Tunggu... Dosen - Business Administration

Programer penelitian sosial ekonomi. Saat ini menjabat sebagai Sekretaris Program Studi Ilmu Administrasi, Sekolah Pascasarjana Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI, Jakarta

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Pasar Tradisional dan Masyarakat

6 Desember 2022   06:00 Diperbarui: 6 Desember 2022   06:23 147
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dokpri: Pasar Maospati

Siapa dari kita yang belum pernah ke Pasar? jawabannya pastilah dari kita pernah, sering atau sesekali ke Pasar membeli kebutuhan sehari-hari ataupun sekedar nongkrong di warung kopi sekitar pasar.

Secara kongkritnya, Pasar merupakan suatu tempat di mana penjual dan pembeli bertemu melakukan transaksi dan  melakukan tawar-menawar harga hingga terjadi kesepakatan harga. Setelah kesepakatan harga disetujui, maka penjual akan menerima uang dan pembeli akan menerima barang dari penjual.

Yang kita pahami dan ketahui bersama bahwa ada dua jenis pasar: (1) pasar tradisional; dan (2) pasar modern.

Pasar tradisional, merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli melakukan transaksi jual beli secara langsung. Pembeli akan dilayani kebutuhannya. Harga barang tidak tercantum pada barang yang di jual, sehingga penjual dan pembeli melakukan tawar-menawar harga hingga terjadi harga yang disepakati bersama.

Pasar modern, merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli melakukan transaksi jual beli secara tidak langsung. Pembeli melayani kebutuhannya sendiri dengan mengambil di rak-rak yang sudah ditata sebelumnya. Harga barang sudah tercantum pada tabel-tabel yang terdapat pada rak-rak tempat barang tersebut diletakkan dan merupakan harga pasti yang tidak bisa ditawar.

Pasar tradisional di kota-kota besar di kotamadya umumnya di kelola oleh BUMD, sedangkan pasar tradisional di kota dan desa di kabupaten umumnya di kelola oleh Disperindag kabupaten setempat. 

Bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan maupun di pedesaan, dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari pasti memilih berbelanja di pasar tradisional, apalagi saat ini pasar tradisional sudah menghilangkan stigma bahwa pasar tradisional identik dengan kekumuhan dan becek. Dewasa ini kita melihat bahwa pasar tradisional secara desain bangunan dan penataan tempat tidak kalah dengan pasar modern.

Masyarakat dari berbagai lapisan strata sosial pasti pernah, sering, atau sesekali mengunjungi dan bertransaksi ke pasar tradisional. Kalaupun ke pasar modern, tujuan utamanya adalah bukan berbelanja, tetapi refreshing/rekreasi sekalian berbelanja. Sedangkan jika ke pasar tradisional tujuan utamanya adalah berbelanja.

Masyarakat yang ingin mencari kepuasan dalam berbelanja, pastinya berbelanja ke Pasar Tradisional, karena mendapat kepuasan saat tawar menawar harga dengan barang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kita. 

Tawar menawar inilah yang menjadi magnet dan denyut nadi dalam transaksi jual beli di pasar tradisional yang tidak dapat di lakukan pada pasar modern yang tiada keriuhan suara tawar menawar dengan berbagai nada dan intonasi suara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun