Mohon tunggu...
MOHAMAD MIFTACH MEGANTORO
MOHAMAD MIFTACH MEGANTORO Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Seorang mahasiswa banyak penasaran alias kepo

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Yuk Ciptakan Net-Zero Emissions dengan Langkah Kecil!

24 Oktober 2021   17:12 Diperbarui: 24 Oktober 2021   17:18 68 2 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber gambar: canva.com

Net-zero emissions atau udara bebas emisi adalah cita-cita semua negara untuk menciptakan udara bumi yang lebih baik. Kampanye ini sudah digaungkan sejak 2008, serta pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Iklim di Paris tahun 2015 dimana semua negara industri maupun negara maju wajib mencapai nol-bersih emisi pada 2050. Isu udara bebas emisi kian dipertegas pada acara Climate Leader's Summit pada akhir April 2021. Banyak negara termasuk Indonesia yang menyatakan komitmen untuk mencapai nol-bersih emisi pada 2050. 

Lantas, bagaimana Indonesia dapat mencapai udara bebas emisi pada 2050 besok?

Menarik untuk dibahas. Sejatinya, pemerintah telah merancang program jangka panjang maupun jangka pendek untuk merealisasikan komitmen udara bebas emisi ini. Tapi, semua program itu tidak akan bisa terwujud tanpa partisipasi seluruh masyarakat Indonesia. Pada kesempatan ini, mari kita dukung program pemerintah dengan langkah-langkah sederhana yang bisa kita lakukan. Apa sajakah itu? Cekidot!,

Pertama, menanam pohon.

Terlihat paling simpel dan paling umum ya, tapi hal ini memang paling ampuh buat mengurangi emisi di udara kita. Pohon memproses emisi karbon itu dalam siklus fotosintesis, CO2 yang bercampur dengan zat dan gas lain akan membentuk reaksi kimia yang melepaskan oksigen. Oksigen ini tentu membuat udara kita jadi lebih bersih. Dengan total populasi orang Indonesia mencapai 272 juta jiwa, bayangkan jika 1 orang saja dapat menanam 1 pohon.  Sudah 272 juta pohon yang akan membersihkan udara kita:)

Kedua, hemat listrik

Bukan berarti kita tidak menggunakan listrik ya guys. Kita disini berhemat dan mematikan alat yang menggunakan listrik jika tidak diperlukan. Sebagai informasi, energi listrik yang kita nikmati sehari-hari pada umumnya berasal dari bahan bakar fosil seperti batubara. Walaupun Pemerintah telah menciptakan banyak PLTU maupun pembangkit listrik tenaga alternatif, namun tetap saja biaya termurah untuk memproduksi energi listrik yaitu batubara. Dimana jika kita tetap menggunakan batubara ini terus-terusan, emisi karbon yang dibuang ke udara juga makin meningkat.

Ketiga, naik transportasi umum atau bersepeda

Hal ini dilakukan untuk mengurangi polusi BBM di jalanan. Memang urgent nih guys, karena sekitar 60 persen kontributor polusi udara di Indonesia disebabkan kendaraan bermotor. Asap kendaraan BBM mengandung gas beracun karbon monoksida, timbal, nitrogen dioksida, dan karbon dioksida. Maka dari itu, naik kendaraan umum selain bisa mengurangi kemacetan, juga bisa mengurangi polusi di jalan. Selain itu, jika jarak ke tempat tujuan tidak terlalu jauh kalian bisa bersepeda. Sepeda sangat membantu tidak hanya dalam mengurangi polusi tetapi juga menyehatkan badan kita. 

Keempat, mengurangi sampah

Indonesia dapat menghasilkan sampah mencapai 175.000 ton perharinya. Sampah organik yang dibuang di tempat pembuangan sampah akan menghasilkan gas metan, yaitu emisi gas rumah kaca yang menurut Indeks Potensi Pemanasan Global, efeknya 21 kali lebih beracun daripada gas karbondioksida. Selain itu, pembakaran sampah juga menghasilkan karbondioksida. Efek yang sangat membahayakan udara yang disebabkan oleh sampah, terutama sampah plastik yang sulit terurai. Mulai saat ini, kita bisa mengurangi pembuangan sampah. Misalnya berbelanja menggunakan totebag atau kardus, atau menyimpan tas-tas plastik belanja yang bisa digunakan kembali. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Lingkungan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan