Mohon tunggu...
Moch. Marsa Taufiqurrohman
Moch. Marsa Taufiqurrohman Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Hukum (yang nggak nulis tentang hukum)

Seorang anak yang lahir sebagai kado terindah untuk ulangtahun ke-23 Ibundanya.

Selanjutnya

Tutup

Financial Artikel Utama

Perilaku Kita adalah "Droplet" Penularan Kebuntuan Finansial yang Paling Riskan

3 Mei 2020   14:25 Diperbarui: 4 Mei 2020   23:37 783
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi mengantisipasi diri agar tidak mudah tertular. (Sumber: kompas.com)

Banyak pula informasi yang tidak boleh kita telan secara mentah-mentah di tengah pandemi ini. Apalagi secara sembarangan dibagikan ke orang lain. Bukan hanya informasi bohong, bahkan misinformasi juga dapat menjadi sebuah hoaks.

Mulai dari informasi Paus Fransiskus yang terinfeksi Covid-19. Juga yang tidak kalah heboh, hoaks tentang orang-orang yang banyak berjatuhan di jalan raya seperti layaknya zombie di film-film Hollywood. Hingga misinformasi mengenai banyak orang yang sedang berbelanja dan mengantre di suatu pusat perbelanjaan untuk memborong bahan makanan seperti mie instan, hand sanitizer, maupun masker.

Kepanikan akibat ketidaktahuan dan berita hoaks bisa menyebabkan seseorang bertindak serampangan, bayangkan jika kepanikan terjadi pada ribuan bahkan jutaan orang, bukan hal yang mustahil jika ekonomi bisa ikut terganggu.

Kita perlu bijak terhadap informasi yang ada, dengan bersikap wawas diri terhadap hal-hal negatif dan informasi yang belum pasti kebenarannya. Jangan sampai informasi yang kita dapat maupun kita sebar justru menambah kepanikan. Sebab hal yang sepele ini juga akan sangat berkontribusi dalam menjaga stabilitas dan mencegah terjadinya krisis.

Berbagi kabar baik tentang perkembangan wabah Covid-19, menyampaikan pengetahuan dari sumber terpercaya, dan membantu melawan hoaks adalah beberapa hal  baik kecil yang berdampak besar.

Menolong Sesama dapat Menjadi Aksi

Sumber: kompas.com
Sumber: kompas.com

Pandemi Covid-19 merupakan kejadian luar biasa yang menuntut kerja sama di tingkat global hingga individu. Krisis kali ini menuntut kita semua bertindak lebih cepat.

Solidaritas menjadi kunci utama di tengah krisis ini. Saat ini setiap elemen bangsa patut mengangkat semangat gotong royong. Kita dapat berada di jalur yang benar dengan tidak melakukan kegaduhan sosial yang siginifikan.

Kita dapat membantu mereka usaha-usaha kecil yang sedang berjuang di tengah krisis ini. Kita bisa membeli kebutuhan tidak hanya di satu tempat. Misal beli beberapa barang di supermarket, lalu beli barang lainnya di penjual kecil dekat rumah saat perjalanan pulang. Dengan ini kita sudah cukup membantu para penjual untuk bisa terus mendapatkan pemasukan.

Atau kita juga bisa membantu UMKM lokal dengan memakai produknya. Seperti membeli produk masker kain UMKM. Meski tak seefektif masker medis, namun masker kain masih bisa membantu meminimalisir paparan virus. Setidaknya pemerintah juga sedang menghimbau kita untuk menggunakan masker setiap keluar dari rumah. Sehingga usaha ini dapat membantu mereka tetap berpenghasilan dan mempertahankan roda usahanya.

Jika hal itu masih berat, kita juga bisa menggunakan media sosial sebagai media promosi UMKM sekitar yang terdampak pandemi Covid-19. Walaupun hanya share di story atau sekedar me-retweet, kita sudah membantu UMKM tersebut untuk dikenal dan diketahui banyak orang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun