Mohon tunggu...
Khasbi
Khasbi Mohon Tunggu... Penulis Cerita Kehidupan

Mahasiswa IAINU Kebumen. Suka membaca, menulis dan diskusi. Penyuka wacana kritis yang progresif-revolusioner. Aktif di organisasi PMII dan juga salah satu penggagas Institut Literasi Indonesia (ILI).

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Indra Sjafri Pelatih "Linuwih" yang Menyarankan Menjaga Rumput Lapangan

1 Agustus 2019   10:39 Diperbarui: 7 Agustus 2019   10:41 0 0 0 Mohon Tunggu...

Kalau untuk memberi saran memperbaiki dan merawat Stadion Candradimuka, kayaknya bapak-bapak yang angon wedus dekat stadion juga bisa.

Mohon maaf, Pak Indra Sjafri yang saya cintai dan banggakan. Sebagai warga Kebumen, saya merasa bangga ketika Njenengan mau turun gunung di Kota Beriman untuk melakukan pembibitan pesepakbola muda.

Sosok Pelatih sepakbola Indra Sjafri dalam kiprah persepakbolaan Indonesia memang patut diacungi jempol, khusunya dalam membawa nama Timnas Indonesia dalam ajang Piala AFF beberapa tahun lalu.

Indra Sjafri terkenal juga dengan kemampuannya menemukan bibit-bibit muda pesepakbola Indonesia. Evan Dimas Darmono, Ilham Udin Armain, Egy Maulana Fikri adalah salah satu contoh nama-nama pemain muda berbakat yang ditemukan oleh Indra Sjafri.

Nah, sayangnya, kemampuan 'linuwih' yang diberikan Tuhan pada Indra Sjafri tak digunakan di Kota yang mempunyai slogan Beriman ini. Indra Sjafri justru menyarankan kepada Pemkab Kebumen untuk memperbaiki dan merawat dengan serius Stadion Candradimuka.

Baru-baru ini, dikutip dari media berita kebumen.sorot.co --- Pemandangan berbeda tampak dalam latihan pemain Persak Kebumen U-23 dan U-17 di Stadion Chandradimuka, Rabu (31/07). Kegiatan latihan tersebut disaksikan langsung oleh pelatih timnas Indonesia U-23, Indra Sjafri yang datang bersama sang istri.

Ikut mendamingi pelatih yang sukses mengantarkan Indonesia menjadi juara Piala AFF itu, Manager Persak Kebumen, Iptu Tejo Suwono beserta jajaran pelatih. Dalam kesempatan itu Indra Sjafri juga memberikan arahan dan wejangan khusus kepada para pemain Persak.

"Pemain sepak bola tak cukup hanya berbekal skill dan fisik yang bagus saja," ujar caoch Indra.

Menurutnya, pemain sepakbola juga harus mengetahui nilai moral, menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan keagamaan serta senantiasa meningkatkan energi spiritual dan kekompakan tim. 

Indra juga mengingatkan, pemain sepakbola tidak boleh menyombongkan diri saat timnya menang dalam pertandingan.

"Kunci keberhasilan tidak hanya teknik. Teknik hanya 20 persen, 80 persen sisanya dari energi spiritual. Itu kunci keberhasilan. Saya selalu menekankan kepada para pemain, bermain bola bukan berarti harus meninggalkan shalat. Pemain sepakbola harus menjunjung tinggi nilai moral dan sikap saling menghargai," tandasnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2