Mira Habibah
Mira Habibah Staff Tata Usaha Sekolah

Staff Tata Usaha Sekolah yang senang nulis....

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Menjadi "Haters" atau Menjadi Penonton Bijak?

16 Mei 2018   12:41 Diperbarui: 16 Mei 2018   15:59 579 0 0
Menjadi "Haters" atau Menjadi Penonton Bijak?
Sumber gambar : www.mattewhance.com

Fenomena haters kini tidak hanya terjadi untuk selebritis atau para tokoh di dunia nyata tapi kini muncul haters baru yaitu haters terhadap peran di film atau sinetron.

Teringat pula beberapa bulan silam saya membaca berita hiburan ada seorang selebritis pernah ditampar orang yg tidak dikenal hanya karena yang menampar membenci peran yang dia mainkan.

Akhir-akhir ini pula Instagram saya diramaikan oleh komentar-komentar negatif terhadap salah satu peran yang saya baca di salah satu akun serial yang tahun ini dibuat filmnya. Dari awal saya mengikuti akun itu untuk menyimak perkembangan film yang paling saya tunggu. Tapi anehnya di setiap postingannya itu pasti ada komentar-komentar negatif dari fans garis keras salah satu peran yang tidak menyukai peran yang lain. Saya pun sempat berkomentar dan mengingatkan agar jangan terlalu membenci peran yang mereka tidak sukai tapi komentar saya justru menjadi bullyan para haters. Jawaban sebagian haters pun rata-rata sama "akun-akun saya, jadi bebas dunk saya berkomentar apapun".

Saking terlalu mendalami cerita dan menyukai salah satu peran, kebencian para haters melebihi kebencian pada tokoh nyata. Para haters sering menggunakan bahasa kasar dan menggebu-gebu terhadap peran yang tidak disukainya. Beberapa haters juga sengaja menggunakan akun baru dengan nama aneh dan tanpa foto yang ketika saya tanyakan, akun itu dibuat untuk memantau dan koment saja. 

Para haters garis keras rata-rata adalah fans dari aktris/aktor yang justru dikehidupan nyata, idola mereka berteman baik dengan aktor/aktris yang perannya mereka benci.

Benar-benar menarik apalagi yang menjadi objek kebencian adalah peran di dunia layar bukan di dunia nyata.

Perannya di film dibenci penonton, jelas ini memberi dampak positif buat aktor/aktrisnya dan juga buat pembuat serial/film itu. Artinya sang aktris/aktor sukses memainkan perannya. Begitu juga dengan pembuat serial/film karena berhasil membuat cerita dan konflik yang memuat greget penonton.

Untungnya haters hanya ditemukan di media sosial lewat komentar-komentarnya. Dikehidupan nyata jika bertemu aktor/aktris atau yang mereka benci perannya pasti mereka tidak berani membicarakan kebencian itu yang ada bakalan minta foto. Beberapa haters yang membenci peran itu malah mengakui bahwa mereka fans aktris/aktor tersebut hanya yang mereka benci perannya dan para haters sering berinteraksi dengan aktor/aktris yang perannya mereka benci.

Ada baiknya kita menjadi penonton yang baik dan bijak. Membenci peran atau cerita boleh asal jangan berlebihan. Dan seperti yang dikatakan Hanny Setiawan (Kompasianer) "Manusia normal akan membicarakan dan tertarik dengan yang disukainya bukan yang dibencinya", begitu pula peran kita sebagai penonton, Jadilah penonton yang baik ambil positifnya, ambil yang baiknya dan hikmahnya dari film/serial itu. Bicarakan yang kita sukai dari film/serial itu bukan membicarakan apa yang tidak kita sukai dari film/serial itu. 

Dan sebagai fans, mau buat akun media sosial dari tokoh film/serial yang kita sukai dan sebanyak apapun akunnya buatlah menjadi akun yang bermanfaat buat orang banyak, posting yang baik dan jangan digunakan sebagai akun pembenci tokoh film/serial yang tidak disukai.

Salam damai