Mim Yudiarto
Mim Yudiarto Karyawan Swasta

Aku hanyalah ludah dari lidah yang bersumpah tak akan berserah pada kalah....

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Kemelut

11 Agustus 2018   07:00 Diperbarui: 11 Agustus 2018   09:04 244 4 0

Adalah ketika gumpalan kabut

tiba-tiba menyeruak menumbuhi benak

gelap lalu semena-mena hinggap

seperti serbuan serombongan ngengat

pada serpihan cahaya yang berjatuhan

Ingatan banyak dilupakan

karena lupa lebih mudah tumbuh di kepala

sedangkan ingat justru dibebat kuat-kuat

supaya tak bergaduh dengan rasa ngilu

lantas berkelahi dengan masa lalu

Kemelut bisa datang kapan saja

berwujud apa saja

bertetesan menumpangi gerimis

atau malah mengendarai tangis

dengan tali kekang dari hati yang teriris-iris

Ibarat kuda, kemelut terjadi saat surai-surainya dilipat angin

larinya kemudian tak terkendali, hingga terjungkallah semua ingin

ibarat jendela, kemelut terbuka begitu kacanya retak akibat cuaca

tak ada yang bisa dilihat, sepasang mata akhirnya hanya digunakan berpura-pura

ibarat lautan, kemelut membadai ketika gelombang melompati puncak karang

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2