Mohon tunggu...
Mikhael Ravel
Mikhael Ravel Mohon Tunggu...

Penulis muda yang tertarik dengan bidang kesehatan khususnya dalam hal pemanfaatan dan pengembangan obat herbal. Salah satu tujuannya menulis adalah memotivasi dirinya sendiri serta orang lain untuk menjalankan pola hidup sehat.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Tidur, Langkah Penting Seorang Atlet Menjadi Juara

21 Agustus 2018   15:04 Diperbarui: 24 Agustus 2018   13:47 0 1 1 Mohon Tunggu...
Tidur, Langkah Penting Seorang Atlet Menjadi Juara
tidur-3-kompasiana-5b7bc5b96ddcae69e9134443.jpg

Dimulainya pesta olahraga terbesar se-Asia, yakni Asian Games, pastinya menambah daftar tontonan menarik masyarakat Indonesia. Siapa yang tidak terhibur melihat melihat para atlet dari berbagai negara berkompetisi satu sama lain. Setiap atlet melakukan persiapan yang matang agar dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Salah satu persiapan penting para atlet adalah tidur.

Tidur seperti apa yang dilakukan para atlet? Artikel ini akan membahas hal tersebut, yaitu mengenai kebutuhan tidur yang baik bagi atlet, manfaatnya, dan tips-tips sederhana untuk menjalankannya. Apakah Anda memiliki cita-cita menjadi atlet nantinya? Kalau begitu, informasi ini akan sangat berguna untuk Anda.

Kaitan Antara Tidur Cukup dengan Performa

Tidur dan performa bisa dibilang sangat berkaitan. Kurangnya tidur tidak hanya membuat seseorang menjadi mengantuk, tapi juga mempengaruhi proses perbaikan tubuh. Perlu Anda ketahui, waktu tidur adalah waktu dimana tubuh memperbaiki dirinya sendiri. 

Tidur juga dapat berpengaruh terhadap koordinasi antar bagian-bagian tubuh, ketahanan tubuh, kelincahan, dan tenaga. Semuanya ini sangat dibutuhkan seorang atlet.

Selain tubuh, tidur juga berpengaruh terhadap pikiran. Atlet yang sedang berkompetisi tentunya membutuhkan konsentrasi yang baik untuk mencapai tujuannya. Disinilah peran penting tidur lainnya. 

Jika seorang atlet mendapat tidur yang cukup setiap malam, atlet tersebut akan mampu mempertahankan fokus dan kewaspadaan saat pagi, siang, bahkan sampai sore hari.

tidur-2-kompasiana-5b7bbfbaab12ae3bb54aed95.jpg
tidur-2-kompasiana-5b7bbfbaab12ae3bb54aed95.jpg
Kaitan antara tidur dan performa juga pernah dipelajari dalam sebuah studi. Studi yang dilakukan pada tim basket sebuah universitas selama beberapa bulan memberikan hasil yang cukup mengejutkan. 

Setiap pemain dari tim basket tersebut diminta untuk menambah waktu tidurnya selama 2 jam saat malam hari. Hasilnya, ada peningkatan pada kecepatan sebanyak 5% dan keakuratan lemparan sebanyakan 9%.

Berapa Waktu Tidur yang Dibutuhkan Seorang Atlet?

Atlet menjalani banyak latihan fisik, karenanya seorang atlet membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak dari biasanya. Jika kebanyakan orang membutuhkan 7 sampai 9 jam untuk tidur, seorang atlet membutuhkan lebih dari itu.

Menurut ketua National Athletic Trainers' Association, seorang atlet yang sedang menjalani masa-masa pelatihan membutuhkan waktu tidur ekstra satu jam. Waktu ekstra ini bisa didapat dengan cara tidur siang, atau tidur lebih awal saat malam hari.

Tips Untuk Mencukupi Kebutuhan Tidur

Jika Anda berkeinginan untuk menjadi atlet yang berprestasi, apalagi nantinya bisa mendapat kesempatan mewakili nama Indonesia di Asian Games atau event olahraga lainnya, Anda perlu membiasakan diri untuk tidur dengan baik. 

Lalu, bagaimana cara tidur yang baik bagi seorang atlet? WebMD, dalam salah satu artikelnya, memberikan 4 tips tidur yang baik untuk seorang atlet. Berikut tipsnya:

  • Buatlah jadwal rutin untuk Anda. Tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari. Kebiasaan ini akan memudahkan Anda untuk mendapat waktu tidur yang cukup.
  • Ketika sedang berpergian, misalnya mengikuti suatu kompetisi, Anda dapat datang ke tempat tersebut lebih awal. Bisa beberapa hari lebih awal, atau bahkan berminggu-minggu lebih awal. Tips ini dapat membantu tubuh Anda untuk menyesuaikan diri sehingga bisa mendapat waktu tidur yang cukup.
  • Hindari penggunaan obat tidur. Obat tidur yang dijual di pasaran cenderung mengganggu kualitas tidur dan kinjerja seorang atlet keesokan harinya. Untuk membantu cepat tidur, lebih baik gunakan teknik relaksasi alami.
  • Batasi alkohol dan kafein. Alkohol dan kafein dapat mengganggu tidur seorang atlet. Jadi, batasi atau kurangi konsumsi alkohol dan kafein beberapa hari sebelum memulai kompetisi.

Membiasakan tidur cukup memang tidak mudah. Namun, seorang atlet perlu melakukannya agar performanya nanti tidak menurun. Sama seperti latihan, seorang atlet butuh komitmen agar tidur cukup menjadi suatu kebiasaan.

Tidur Cukup, Menghindarkan Anda dari Penyakit

Ya, memenuhi kebutuhan tidur tidak hanya dapat menaikkan performa, tapi juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh, terutama fungsi kekebalan tubuh. Kebutuhan tidur yang terpenuhi juga dapat mengurangi risiko penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, dan depresi.

Di sisi lain, menjadikan tidur sebagai prioritas dapat membantu Anda meraih tujuan kesehatan lainnya, seperti mengendalikan stress. Saat tubuh dan pikiran Anda beristirahat dengan baik, Anda dapat memberi respon dengan perspektif dan pemahaman yang lebih besar terhadap kehidupan.

tidur-1-kompasiana-5b7bc507c112fe4d10025366.jpg
tidur-1-kompasiana-5b7bc507c112fe4d10025366.jpg
Jadi, ketika Anda memiliki cita-cita menjadi seorang atlet, jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan tidur sebagai salah satu penunjang performa. Bukan tidak mungkin suatu saat nanti Anda dapat tampil dalam event olahraga besar seperti Asian Games. 

Tidur yang cukup juga bermanfaat bagi orang lainnya yang bukan atlet. Tidur yang cukup merupakan salah satu fondasi dari hidup sehat. Tidur yang cukup membantu Anda untuk tetap berada di jalan menuju kebugaran, pola makan, dan kesehatan yang baik. Semoga bermanfaat.