Mohon tunggu...
Meti Irmayanti
Meti Irmayanti Mohon Tunggu... Lainnya - senang membaca, baru belajar menulis

Dari kota kecil nan jauh di Sulawesi Tenggara, mencoba membuka wawasan dengan menulis dan membaca

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sesederhana Harapan

11 November 2021   02:30 Diperbarui: 11 November 2021   14:22 157 42 7
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Angin hari ini lebih kering dari biasanya, buah randu yang pecah, kapuknya beterbangan, melayang entah menuju masa depan atau ke masa lalu

Di pojok kandang, kambing-kambing terduduk lapar, rumput-rumput telah kering, pucuk-pucuk daun telah menghilang dari ujung ranting, hanyut di kekeringan.

Angin kering berhembus seperti membawa kabar duka, membuyarkan mimpi bunga bakung terakhir, yang tumbuh di pojok pagar bambu yang hampir roboh karena rapuh.

Sesederhana harapan, jika besok hujan turun, siapa yang akan tertawa.? Sesederhana harapan, jika esok hujan datang, siapa yang akan menyambut dengan ucapan selamat datang

Kambing terlalu sibuk mengurusi birahi di kepalanya, bunga bakung terlalu lemah memikul pagar yang sebentar lagi jatuh, pokok randu telah tuntas mengkapukkan buahnya.

Sesederhana harapan malam nanti, cahaya rembulan datang bersama ayat-ayat cinta, menggemakan puja dan puji, dan saat itu kita berpagutan hingga mencapai orgasme.

Lalu tersadar dan mulai menghitung bocah-bocah yang tidur berhimpitan, yang akan bertambah di musim kering yang akan datang, saat itu kita hanya pasrah, kembali menikmati satu-satunya "nikmat" yang tersisa.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan