Mohon tunggu...
Methodius Kossay
Methodius Kossay Mohon Tunggu... Menabur Benih Kebenaran dalam setiap kehidupan

Adalah seorang aktivis sekaligus praktisi hukum yang sudah melalang-buana 17 tahun di Jawa. Saat ini sebagai Motivator di berbagai kegiatan terutama mahasiswa/wi dari Papua.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Kebiasaan Apa yang Kita Pelihara

20 Juli 2019   10:09 Diperbarui: 20 Juli 2019   10:11 0 0 0 Mohon Tunggu...
Kebiasaan Apa yang Kita Pelihara
Diskusi bersama Mahasiswa Unsurya Halim Jakarta Selatan. (Dok.MethoKossy)

Pernah suatu ketika saya diundang untuk sharing knowledge di salah satu paguyuban mahasiswa di Jakarta. Pada saat tersebut seperti biasa saya masih menemukan orang-orang yang biasa datang terlambat dalam sebuah rapat  atau dalam sebuah pertemuan penting. 

Dalam pertemuan-pertemuan tersebut sering kita menemukan kebiasaan-kebiasaan yang muncul selain datang terlambat, diantaranya; Biasa mengeluh, biasa bergosip, biasa membicarakan keburukan orang lain, biasa memanipulasi, biasa berbohong, biasa menunda pekerjaan, biasa mengumbar janji, biasa melanggar aturan, biasa lari dari tanggung jawab, biasa mencari kambing hitam, biasa menyalahkan orang lain, biasa menyombongkan diri, atau secara tidak sadar kita sendiri juga memiliki kebiasaan-kebiasaan tersebut dalam ke-sehararian.

Ada sebuah perumpamaan yang sering saya lontarkan ketika diskusi atau dalam pertemuan-pertemuan tertentu yaitu ada dua beruang yang selalu bertarung, berbenturan dan tidak saling mendukung dalam hidup kita. 

Beruang yang berwarna putih mengajarkan kita untuk menjaga perilaku, perkataan dan kebiasaan positif sedangkan Beruang yang berwarna hitam menggoda kita untuk menunda-nunda, malas, bosan, tidak mau berjuang, cepat putus asa, suka berbohong, suka tinggal dalam zona nyaman, suka melanggar aturan, tidak disiplin dan segala sesuatu yang bernilai negatif. 

Pertanyaannya adalah Beruang mana yang akan lebih banyak kita beri makan ? dengan kata lain, beruang mana yang akan kita pelihara setiap hari baik dari hari ke hari, bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun itulah yang akan mendominasi hidup kita dan kebiasaan itulah yang akan mewarnai hidup kita. Ada pepatah yang mengatakan bahwa "kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang".  

Kita harus membentuk kebiasaan itu dari setiap tindakan dan keputusan yang kita ambil. Pertanyaannya adalah bagaimana kebiasaan itu terbentuk dalam hidup kita ? kebiasaan itu terbentuk dari sikap mental seseorang, bagaimana mengatur pola pikir atas sesuatu hal yang mempengaruhi tindakan dan perilakunya sehari-hari. Tindakan dan perilakunya yang dilakukan berulang-ulang lambat laun akan menjadi suatu kebiasaan. 

Contoh yang sering kita temui dan paling popular adalah kebiasaan terlambat atau "Jam Karet" mendapat undangan pertemuan jam 08.00 wib baru tiba pukul 09.00 wib atau pukul 10.00 wib, karena menggangap sudah biasa dan sudah menjadi tradisi kalau disini undangan rapat pasti " jam karet".

Jika seseorang memegang teguh pada nilai-nilai positif dalam hidupnya, nilai-nilai tersebut akan tercermin lewat sikap mentalnya sehingga mempengaruhi tindakannya sehari-hari. 

Akan tetapi, jika nilai-nilai yang dipegang dalam hidupnya hanya egois, memikirkan perut sendiri, malas,  tidak mau berusaha, selalu negatif terhadap orang lain, tentu tindakannya  akan mengikuti nilai dan pola pikir yang di peliharanya sehingga membentuk kebiasaan. 

Kebiasaan positif memiliki nilai manfaat positif bagi hidup kita dan orang lain. sebaliknya, kebiasaan negatif tidak memberi nilai tambah untuk hidup kita dan orang lain di sekitar kita. Jika kita mau menjadi yang terbaik dalam bidang kita masing-masing maka mulai sekarang periksalah kebiasaan seperti apa yang kita pelihara.

Tuhan memberikan waktu 24 Jam yang sangat baik bagi kita. Artinya Kita sama-sama memiliki waktu 24 jam sehari, tidak ada yang lebih, tidak ada yang kurang. Akan tetapi, terkadang kita melihat banyak orang yang begitu produktif dalam satu hari, sementara ada orang-orang yang sama sekali tidak produktif.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2