Mohon tunggu...
Merza Gamal
Merza Gamal Mohon Tunggu... Konsultan - Pensiunan Gaul Banyak Acara
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Berpengalaman di dunia perbankan sejak tahun 1990. Mendalami change management dan cultural transformation. Menjadi konsultan di beberapa perusahaan. Siap membantu dan mendampingi penyusunan Rancang Bangun Master Program Transformasi Corporate Culture dan mendampingi pelaksanaan internalisasi shared values dan implementasi culture.

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Mengapa Banyak Startup Gagal?

2 Juni 2022   08:38 Diperbarui: 2 Juni 2022   08:40 12907
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Image-02: Alasan utama kegagalan startup (https://www.cbinsights.com/research/startup-failure-reasons-top/)

Dua pekan belakangan ini terjadi gonjang-ganjing dalam dunia investasi Indonesia. Merger Gojek dan Tokopedia, dua startup papan atas Indonesia, menjadi GoTo pada pada 17 Mei 2021 membawa angin segar dan harapan besar bagi banyak investor. Ketika GoTo menjadi perusahaan publik dengan menjual sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), terjadi sambutan luar biasa, para investor berebut untuk mendapatkan bagian saham.

GoTo resmi melantai di bursa pada 11 April 2022 dengan melepas 40,6 miliar saham setara dengan 3,43% dari modal ditempatkan dan disetor penuh di harga Rp 338/unit. Namun hanya dalam hitungan sebulan, kondisi seakan berbalik. Saham GoTo mengalami penurunan yang sangat dalam.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 17 Mei 2022 menempatkan saham GoTo dalam daftar saham yang bergerak di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA) dengan alasan terjadi penurunan saham GoTo yang dinilai di luar kewajaran. Dalam 8 hari perdagangan sebelumnya, saham GoTo anjlok berturut-turut hingga menyentuh batas paling bawah dalam sehari sekitar 6% lebih setiap harinya. Artinya saham GoTo selama 7 hari beruntun mengalami Auto Reject Bawah (ARB).

Sebelum gonjang ganjing berita anjloknya saham GoTo, sejumlah startup sedang dilanda gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Seperti yang dilakukan oleh beberapa startup ternama di Indonesia yakni: Zenius, LinkAja, Zomato dan terbaru, perusahaan e-commerce JD.ID dikabarkan juga melakukan tindakan yang sama.

Sebelumnya, sejak krisis akibat pandemi Covid-19 tahun 2020, beberapa startup di Indonesia, juga telah melakukan PHK, yakni: Sorabel menutup layanan e-commerce fesyen pada 23 Juli 2020; Gojek memberhentikan 430 orang karyawannya pada 23 Juni 2020 karena merger dengan Tokopedia; Airy Rooms menutup layanannya pada 5 Juli 2020;  Stoqo tutup pada 25April 2020; Akulaku melakukan PHK pada 15 April 2020, dengan jumlah 100 orang; SweetEscape (fotografi travel) memangkas 30% pegawainya pada 15 April 2020; Traveloka melakukan PHK di awal pandemi (3 April 2020 dengan merumahkan 100 orang.

Pandemi Covid-19 jelas meruntuhkan ekonomi di berbagai negara termasuk di Indonesia, dan berdampak terhadap banyak startup yang akhirnya melakukan PHK bahkan tutup.

Kejadian ini menimpa startup selama dua tahun terakhir saat pandemi menyebar di seantero dunia. Laman layoffs.fyi menyediakan laporan startup mana saja yang melakukan pemangkasan jumlah karyawan. Terdapat 669 Startup melakukan PHK kepada 91.706 pekerjanya. Berikut adalah daftar 15 PHK terbesar yang dilakukan oleh startup sejak 11 Maret 2020 hingga 1 Juni 2022. (lihat Image -01)

Mengapa startup gagal?

CB Insights melakukan penelitian kepada 111 post-mortem sejak 2018 dan mengidentifikasi 12 alasan utama kegagalan startup. Kegagalan startup bukan bertumpu pada salah satu alasan, tetapi mencakup beberapa alsan dari 12 alasan kegagalan utama tersebut. (lihat Image-02)

Image-02: Alasan utama kegagalan startup (https://www.cbinsights.com/research/startup-failure-reasons-top/)
Image-02: Alasan utama kegagalan startup (https://www.cbinsights.com/research/startup-failure-reasons-top/)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun