Mohon tunggu...
Meliana Aryuni
Meliana Aryuni Mohon Tunggu... Lainnya - Penulis pemula yang ingin banyak tahu tentang kepenulisan.

Mampir ke blog saya melianaaryuni.web.id atau https://melianaaryuni.wordpress.com dengan label 'Pribadi untuk Semua' 🤗

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Rahasia Daster Batik Ibu

3 Oktober 2021   16:26 Diperbarui: 3 Oktober 2021   16:50 122
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Dih, batik udah kusam bin kucel bin kulehek aja masih dipakai, Bu. Apa enggak punya daster lain sih?" tanya pak Yanto kepada Marni istrinya di suatu pagi.

Marni tersenyum manis, semanis teh yang disuguhkannya pagi ini. Sudah beberapa kali Yanto menyindir batik kesayangan Marni itu, tetapi selalu ditanggapinya dengan senyum. Entah hari ini, Marni ingin sekali mengomentari ucapan suaminya itu.

"Loh, Pak. Daster ini kan Bapak yang beli. Apa enggak suka kalau Ibu terus memakai daster ini?" tanya Marni seolah ingin mengingatkan sejarah batik ini kepada suaminya.

"Bapak ingat, daster ini kan Bapak beli sebagai hadiah ulang tahun pernikahan kita yang pertama?" tatap Marni kepada suaminya.

Yanto diam dan terkenang dengan kenangan dua tahun lalu. Berarti sudah 3 tahun mereka menikah. Marni sangat sayang dengan batik pertama yang dibelikan Yanto.

Setelah tahun pertama pernikahan, Yanto selalu membelikan Marni daster batik. Yanto pikir Marni akan suka memakainya. Kenyataannya, Marni hanya memakai satu batik itu saja.

"Batiknya adem, Pak," jawab Marni sekenanya.

"Daster Ibu kan banyak. Masa' dasternya pakai sistem cuci-pakai. Ibu ... Ibu," gerutu Yanto.

"Biarin, pokoknya, Ibu suka daster ini."

Sudah 3 tahun daster ini dipakai. Motif dan warnanya pun sudah sangat redup. Ada tambalan di sana-sini. Kancing depannya sudah berganti berkali-kali. Benangnya sudah banyak yang rapuh. Namun, Marni tetap saja suka memakainya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun