Mohon tunggu...
Meidy Yafeth Tinangon
Meidy Yafeth Tinangon Mohon Tunggu... Lainnya - β–  π»π‘œπ‘π‘–: 𝑀𝑒𝑛𝑒𝑙𝑖𝑠 π‘‘π‘Žπ‘› π΅π‘’π‘Ÿπ‘π‘Žπ‘”π‘– πΎπ‘Žπ‘‘π‘Ž β–  π‘Šπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘’ π‘Žπ‘›π‘‘ π‘ β„Žπ‘Žπ‘Ÿπ‘’ π‘“π‘œπ‘Ÿ π‘–π‘›π‘ π‘π‘–π‘Ÿπ‘–π‘›π‘” π‘Žπ‘›π‘‘ π‘’π‘šπ‘π‘œπ‘€π‘’π‘Ÿπ‘–π‘›π‘”. πΉπ‘œπ‘Ÿ π‘ π‘π‘–π‘Ÿπ‘–π‘‘, π‘π‘’π‘Žπ‘π‘’ π‘Žπ‘›π‘‘ 𝑗𝑒𝑠𝑑𝑖𝑐𝑒

www.meidytinangon.com | www.info-pemilu-pilkada.online | www.pikir.net | www.globalwarming.web.id | www.minahasa.xyz | www.mimbar.online |

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Jejak Kenangan di Gerbang Keabadian

27 Agustus 2021   23:07 Diperbarui: 27 Agustus 2021   23:28 114 13 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Jejak Kenangan di Gerbang Keabadian
"Jejak Kenangan di Gerbang Keabadian" [Dokpri, MYT 28082021]

Sesungguhnya, kehidupan adalah pabrik kenangan,
dimana mesinnya adalah mesin-mesin waktu.
Setiap detakan detik, mencipta jejak kenangan.
Tetapi kita menguburnya, lalu mengejar kereta waktu.Β 

Kenangan-kenangan, tak nampak sebagai kenangan.
Meskipun kita meletakannya di sudut ruangan.
Atapun meneriakannya di ujung kesenangan.
Sang waktu belum menyebutnya sebagai kenangan.

Nanti, ketika gerbang keabadian terbuka.
Dikala sudut-sudut nurani terluka.
Linimasa mengabarkan berita duka.
Sang fana memasuki alam baka.

Dicarilah mereka dalam lembaran buku.
Mencairlah, satu demi satu, jejak-jejak beku.
Terungkaplah mereka, dalam syair lagumu.
Di gerbang keabadian, kita akhirnya bertemu.

Mohon tunggu...
Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan