Mohon tunggu...
Meidy Yafeth Tinangon
Meidy Yafeth Tinangon Mohon Tunggu... write and share for empowering, peace and justice

www.meidytinangon.com | www.info-pemilu-pilkada.online | www.pikir.net | www.globalwarming.web.id | www.minahasa.xyz | www.mimbar.online |

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Cerita Cucur, Onde-onde dan Kopi dalam Tempurung

11 April 2021   07:03 Diperbarui: 11 April 2021   12:01 139 15 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Cerita Cucur, Onde-onde dan Kopi dalam Tempurung
Cucur, Onde-onde dan Kopi dalam wadah tempurung kelapa (dokpri)

Cucur, kue warna merah khas gula aren. Masak berhias renda melingkar, setelah samsara terombang-ambing di lautan minyak goreng panas membara.  

Onde-onde, kue bulat berisi gula aren. Tenggelam dalam lautan rebusan, timbul menampakan wajah matang di permukaan samudera air mendidih. Lalu, menerima mahkota putih, parutan daging kelapa.

Kopi, sebuah kisah pahit episode-episode perubahan fisika dan kimia. Biji keras, yang mengucap selamat tinggal kepada daging dan kulit, usai terpanggang terik mentari. Lalu, mengalami episode siksa disangrai  di atas panasnya wajan aluminium, hancur menjadi butiran halus,  dan akhirnya dihujani air panas, untuk siap diseruput para penikmatnya. Perjalanan siksa berbuah pahit dalam rasa. Gula aren mencumbuinya, mencipta manis dalam kepahitan.

Kemarin, aku berjumpa cucur, onde-onde dan kopi panas. Mereka tersenyum dipeluk tempurung.  Bukan plastik atau gelas kaca. Hanya sebuah karya alam yang tercampakkan.

Mereka adalah ceritera tentang perjuangan dan tempaan kehidupan. Tentang samsara yang berbuah nikmat. Tentang menjalani hidup alami, meski siksa namun tenang dengan jubah kesabaran. Bahwa Sang Khalik mengatur, setiap sukses butuh tempaan dan pengorbanan, dan semua akan indah pada waktunya. 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
11 April 2021