Mohon tunggu...
Meidy Yafeth Tinangon
Meidy Yafeth Tinangon Mohon Tunggu... Lainnya - β–  π»π‘œπ‘π‘–: 𝑀𝑒𝑛𝑒𝑙𝑖𝑠 π‘‘π‘Žπ‘› π΅π‘’π‘Ÿπ‘π‘Žπ‘”π‘– πΎπ‘Žπ‘‘π‘Ž β–  π‘Šπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘’ π‘Žπ‘›π‘‘ π‘ β„Žπ‘Žπ‘Ÿπ‘’ π‘“π‘œπ‘Ÿ π‘–π‘›π‘ π‘π‘–π‘Ÿπ‘–π‘›π‘” π‘Žπ‘›π‘‘ π‘’π‘šπ‘π‘œπ‘€π‘’π‘Ÿπ‘–π‘›π‘”. πΉπ‘œπ‘Ÿ π‘ π‘π‘–π‘Ÿπ‘–π‘‘, π‘π‘’π‘Žπ‘π‘’ π‘Žπ‘›π‘‘ 𝑗𝑒𝑠𝑑𝑖𝑐𝑒

www.meidytinangon.com | www.info-pemilu-pilkada.blogspot.com | www.pikir.net | www.globalwarming.blogspot.com | www.minahasa.blogspot.com| www.mimbar.blogspot.com |

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Tentang Hidup

28 April 2020   06:44 Diperbarui: 28 April 2020   06:55 141 4 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
ilustrasi | www.sott.net

Hidup...
Adalah tarian nafas dan irama indah detak jantung
Jika sang nafas tak lagi menari, dan irama detak jantung tak lagi kedengaran, hidup, tinggalah pusara, kenangan dan sejarah!
Β 
Hidup...
Adalah pikir, rasa dan laku
Sinergi nalar, nurani dan raga
Ketika anyaman otak, hati dan raga terputus, pincanglah hidup
Irasional jika tiada nalar, liar jika tiada nurani, sia-sia jika tiada tindakan raga
Mati, tanpa pikir, rasa dan tindak!
Β 
Hidup...
Untuk kaya atau miskin?
Untuk aku atau mereka?

Bukan!

Hidup ada untuk suatu kecukupan!
Cukup untuk hidup, cukup untuk menghidupkan
Hidup ada untuk aku dan mereka!
Untuk aku supaya aku hidup untuk mereka

Hidup...
Adalah ruang kecil terbatas tembok Sang Waktu...
Bertambah umur, makin sempit ruang hidup
Akhhh..
Aku belum selesai warnai ruang hidup
Aku belum mampu gapai sejuta angan dan cita
di sisa ruang hidup yang mungkin hanya sedetik lagi

Sebuah tanya:
"Waktu yang singkat ataukah langkahku yang lamban berpacu waktu Β mengisi ruang hidup?"
Β 

Tersadar... hidupku bukan milikku...
Tak bisa kutentukan kapan aku harus berhenti
Biarlah ku tetap melangkah, warnai ruang hidup
Biarlah hidup mengalir laksana air, sampai Dia Sang Empunya hidup mengambil
hidup...

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan