Mohon tunggu...
Meidy Yafeth Tinangon
Meidy Yafeth Tinangon Mohon Tunggu... Lainnya - β–  π»π‘œπ‘π‘–: 𝑀𝑒𝑛𝑒𝑙𝑖𝑠 π‘‘π‘Žπ‘› π΅π‘’π‘Ÿπ‘π‘Žπ‘”π‘– πΎπ‘Žπ‘‘π‘Ž β–  π‘Šπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘’ π‘Žπ‘›π‘‘ π‘ β„Žπ‘Žπ‘Ÿπ‘’ π‘“π‘œπ‘Ÿ π‘–π‘›π‘ π‘π‘–π‘Ÿπ‘–π‘›π‘” π‘Žπ‘›π‘‘ π‘’π‘šπ‘π‘œπ‘€π‘’π‘Ÿπ‘–π‘›π‘”. πΉπ‘œπ‘Ÿ π‘ π‘π‘–π‘Ÿπ‘–π‘‘, π‘π‘’π‘Žπ‘π‘’ π‘Žπ‘›π‘‘ 𝑗𝑒𝑠𝑑𝑖𝑐𝑒

www.meidytinangon.com | www.info-pemilu-pilkada.blogspot.com | www.pikir.net | www.globalwarming.blogspot.com | www.minahasa.blogspot.com| www.mimbar.blogspot.com |

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Kau

20 April 2020   21:08 Diperbarui: 20 April 2020   21:23 74 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
"you" by. meidy tinangon

Kau...
Cintaku...
Terimakasih....
untuk tulus hatimu...
untuk hadirmu, lengkapi lemah diriku
untuk nada cinta, peneduh hati yang kerap galau..
untuk doamu yang slalu mengawalku...
untuk sabarmu dengar keluh kesah dan amarah...
untuk senyum penghilang lelah...

Kau...
Maafkan aku....
untuk waktu bersama yang hilang...
untuk kata yang merobek hati...
untuk janji yang belum terlunasi...
untuk kerja yang merampas ruang dan waktu kita..

Kau...
Selalu di doaku
Selalu dihatiku

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan