Hijau

Kontradiksi Gerakan Sejuta Pohon

9 Januari 2018   21:01 Diperbarui: 9 Januari 2018   21:03 1370 0 1
Kontradiksi Gerakan Sejuta Pohon
1515505375874-5a54c9c4ab12ae0a2a0f7638.png


" Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia : Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar ". Demikian yang diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad di dalam Al-Qur'an surah Ar-Rum ayat 41.

Dalam moment Gerakan Sejuta Pohon 10 Januari ini, mari kita refleksikan apakah kita sudah benar-benar memahami pentingnya kelestarian lingkungan sesuai dengan fitrah yang diberikan oleh Tuhan sang pencipta semesta alam. Sudah begitu banyak gerakan para aktivis lingkungan untuk mengkampanyekan gerakan menanam pohon terutama di Indonesia. Di Aceh Tengah bulan Juni kemarin bersama Pemda setempat misalnya.

Namun apabila kita telisik lebih dalam, sebenarnya muncul " gerakan " yang bertolak belakang dengan ini. Mari kita lihat sudah berapa pohon yang dibumi hanguskan hanya untuk kepentingan koorporasi nya, sudah berapa lahan tanah yang dijadikan sebagai " proyek " pembangunan tanpa mengindahkan esensi kelestarian lingkungan.

picsart-01-09-08-45-12-5a54ca79caf7db0c8218f612.jpg
picsart-01-09-08-45-12-5a54ca79caf7db0c8218f612.jpg

Di satu sisi, gerakan sejuta pohon untuk kelestarian lingkungan ini menjadi usaha aktivis lingkungan hidup dalam menjaganya, disisi lain muncul " gerakan " pengrusakan dengan dalih kesejahteraan dan optimalisasi sumber daya alam. Seperti apa yang dilakukan PT Angkasa pura I mengenai pengosongan lahan ( land cleaning ) di Desa Glagah dan Palihan, Kecamatan Temon Yogyakarta untuk proyek pembangunan bandara. Begitu pula di kawasan pegunungan Tumpang Pitu Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur yang hingga saat ini tidak ada kejelasan dari pemerintah mengenai hal ini.

Ibarat kita membersihkan sungai yang terus menerus dilempari " kotoran " pada saat yang bersamaan, selamanya sungai itu tidak akan pernah bersih! Oleh karena itu perlu cara - cara lain untuk menanggulangi murka tuhan yang pasti datang ini. Betapa pun jutaan pohon yang kita tanam, beribu usaha yang kita lakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan tanpa memperhatikan dan acuh atas " gerakan " pengrusakan yang terus dilakukan para pejabat dan konglomerasi tak bertanggung jawab ini, seolah Gerakan Sejuta Pohon yang kita dentumkan menjadi hal yang nihil akan dampak pelestarian lingkungan.

Oleh karena itu, dalam moment ini perlu kita lakukan refleksi bahwa cukupkah kita melakukan kebaikan tanpa mencegah kemungkaran? Sejatinya makna " Amar Ma'ruf Nahi Munkar " ada disini. Kembalilah ke jalan perjuangan dan jangan beranjak dari jalan itu selama kebathilan terus dilakukan oleh mereka.


Lestarikan alam dan Lawan setiap bentuk pengerusakan !

Selamat Hari Gerakan Sejuta Pohon



Ahmad Rizki Mubarok

Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang