Mohon tunggu...
Mastutin Mastutin
Mastutin Mastutin Mohon Tunggu... Guru - Guru

Seorang Guru yang mencoba menulis dan memproyeksikan pengalaman hidup kedalam sebuah kisah atau artikel.

Selanjutnya

Tutup

Horor Pilihan

Sulyana di Perpustakaan 89

5 Mei 2023   09:03 Diperbarui: 5 Mei 2023   09:14 99
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Horor. Sumber ilustrasi: pixabay.com/Mystic Art Design

PART 2.

Pagi itu. Cuaca di Desa sedikit murung. Ayyi berusaha bangkit dari ketidakpuasan takdir yang dialaminya. Ia terus mencari cara dan keberanian untuk bangkit dari semua keterpurukan semunya. Hidupnya tidak bisa terus di antara nyata dan tidak nyata. Ia mulai mengumpulkan keberanian untuk mencari sebuah kesimpulan misteri mimpi dan perpustakaan usang itu.

Pagi itu, Ayyi bergegas menuju perpustakaan Sekolah lama itu. Dengan membawa sebuah tas kecil berisi pena dan notebook kecil miliknya. Ia mulai berjalan perlahan-lahan diantara rerimbunan pohon jati dan beringin. Sesekali aroma segar dedaunan di pagi itu menusuk hidungnya. Dedaunan kering yang basah terkena embun pagi juga mengiringi jalannya yang sedikit seok.

Ayyi sampai di Gapura Sekolah lama itu. Mengumpulkan tekad dan keberanian untuk masuk ke dalam lingkungan sekolah yang tak beraura nyata itu. Langkahnya semakin berat. kepalanya semakin penuh dengan keingintahuan. Perlahan tapi pasti. Melongok ke kiri dan kanan. Memastikan semua aman dan tak ada kecemasan. Ayyi berdiri di depan Pustaka Aksara itu.

...............

Diam. Sunyi. Gugup. 

Dia melihat ke arah dalam melalui jendela perpustakaan itu. memastikan apa yang dia lihat malam itu bukanlah nyata. Sampai ada satu titik. Di Belakang Perpustakaan ada jendela yang tertutup dengan papan penuh pakuan. Ia berpikir sejenak. Mungkin itu satu-satunya jalan agar ia bisa masuk kedalam ruang Pustaka tersebut. Ia berjalan agak menunduk sambil sesekali melihat ke beberapa arah. sekali lagi memastikan tidak ada yang melihat dirinya.

Ayyi berusaha kuat membobol Jendela itu. Sekuat tenaganya dia lepas satu persatu penutup papan itu dari jendela. Saking keras ia membuka salah satu kukunya terlepas dan mengalirkan banyak darah. Ia kesakitan. Ia berusaha menemukan sesuatu di tasnya. Sesuatu yang bisa menutup lukanya. Namun ia lupa, hanya pena dan notebook saja lah yang Ia Bawa. Namun, tiba-tiba disebalik Jendela ada kain putih usang yang dirasanya cukup untuk membungkus jarinya tersebut. 

Namun, mendadak ia merasakan sesuatu yang berbeda. Ia merasakan bahwa kukunya kembali ke sedia kala.Dengan cepat ia membuka kembali penutup jarinya itu. Ajaibnya. Kukunya kembali kesedia kala. Ia terkejut sejadi-jadinya. Ia takut. Tiba-tiba, Potongan kain putih usang itu memanjang dan melilit leher dan kepalanya. Membuat ia ketakutan setengah mati. Ia berusaha melepas lilitan itu sekuat tenaganya dengan teriakan dan tangisan.

Saat Lilitan itu hampir menutup seluruh wajahnya, Ia melihat di depanya ada sosok wanita berbaju putih bunga-bunga sedang menatapnya dengan nelangsa. Ayyi menjulurkan tanganya seolah ia meminta bantuan kepada wanita itu. Namun Wanita itu hanya melihat dan tersenyum sinis melihatnya. Ayyi terus berusaha melepas lilitan itu. Nafasnya mulai habis karena lehernya terlilit sangat kuat. Tenaganya juga hampir habis. hatinya semakin lemah. Ia Pasrah. AKUUUU... MMMAAAATIIIII....

......

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Horor Selengkapnya
Lihat Horor Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun