Humaniora

Kyai dan Ulama Harus Rekonstruksi Sebagian Sistem Islam

20 September 2018   11:50 Diperbarui: 20 September 2018   13:17 141 0 1

SUMBER MASALAH PRKATEK HUKUM ISLAM

1. Kyai dan ulama tak faham bahwa semua produk hukum (Allah atau manusia) intinya perkara hak cipta.

2. Produk hukum Allah yang seharusnya muncul bukti hukum alamiah dikuasai oleh orang-orang dengan kecerdasan rendah sehingga mengarah jadi tema cerita fiksi.

3. Kajian semua istilah di Al Quran (dari fase perubahan huruf vocal dan penambahan konsonan pada arti dasar kata) yang telah banyak salah pengertian dan maksud yang akhirnya menyimpang prakteknya.

4. Kyai dan ulama saja tidak bisa membedakan masjid asli dan palsu, padahal prosedurnya ada di Al Quran.

5. Produk hukum Allah berlaku di masjid asli dan produk hukum manusia berlaku di rumah milik manusia (negara, ormas, yayasan, rumah keluarga, dll), tak sadar ada usaha kyai dan ulama mencampur-adukkan.

6. Kenyataan ka'bah di Mekah didirikan dari Nabi Ibrahim, kubah batu di Yerusalem dari Nabi Ibrahim, bangunan utama di Madinah dari Nabi Muhammad telah ditutup oleh Allah sebagai masjid asli (manusia tidak menyadari batas hak mutlak) karena produk hukum Allah tidak diberlakukan oleh manusia di situ.

7. Dalam praktek hukum islam sudah temurun manusia hanya berwacana/ beranggapan berperkara dengan sistem, tidak menunjukkan bukti hukum yang sah.

8. Kyai, ulama, dan orang-orang islam tidak menyadari batasan bahwa Al Quran itu lengkap, tetapi banyak perbuatannya yang membuat produk hukum untuk melengkapi Al Quran sehingga Allah murka.

PERTIMBANGAN NALAR :

1. Bahwa saa trasulullah Muhammad SAW hadir, praktek hukum islam yaitu sistem islam yang dibangun telahs esuai dengan wahyu Allah swt yaitu Al Quran.

2. Bahwa dengan kemampuan khazanah terbatas ilmu pengetahuan yang dimiliki saat itu, para sahabat rasulullah dapat memahami dan melaksanakan hukum-hukum Al Quran.

3. Bahwa Al Quran memuat hukum dengan pola, nalar, dan sistem islam yang sederhana sehingga pemahamannya mudah bagi siapa saja.

4. Bahwa dengan perkembangan waktu, sebagian sistem islam telah terjadi penyimpangan praktek dan pengkaburan pola pemahaman hukum islam.

5. Bahwa bila terjadi perselisihan, Allah swt memerintahkan umat islam agar kembali pada pola hukum wahyu Allah swt yang disampaikan oleh rasulNya yaitu Al Quran.

6. Bahwa Allah swt adalah pembuat produk hukumAl Quran dengan maksud menggugat dan mengatur hak milikNya yang berada melekat pada setiap diri hamba Allah.

7. Bahwa produk hukum antar manusia harus menyelaraskan dengan hukum semesta dari Allah swt.

MAKSUD DAN TUJUAN :

1. Mengingatkan umat islam agar sadar bahwasaat iniu mat islam telah menerima doktrin pemahaman yang sebagian tidak sesuai dengan pola hukum islam Al Quran.

2. Mengingatkan umat islam bagi mereka yang berusaha taat dan patuh terhadap hukum Allah swt bahwa praktek hukum sebagian sistem islam telah keliru dijalankan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4