Mohon tunggu...
masrierie
masrierie Mohon Tunggu... Freelancer - sekedar berbagi cerita

menulis dalam ruang dan waktu, - IG@sriita1997 - https://berbagigagasan.blogspot.com, - YouTube @massrieNostalgiaDanLainnya (mas srie)

Selanjutnya

Tutup

Money Artikel Utama

Wisata (Kuliner) di Waduk Cirata, Ala Sunda Tempo Dulu

12 Mei 2015   08:38 Diperbarui: 21 April 2019   22:53 7077
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
duuuh nyaman sekali...... tikar anyaman etnik nan cantik, untuk leyeh-leyeh, teduh di bawah kesejukan genteng tanah liat, lantai kayu berselimut lampit bambu.... tradisi ala Sunda Baheula... di tepian Waduk Cirata 2015

 

SALAH SATU GERBANG MASUK WADUK CIRATA, JIKA INGIN WISATA KULINER MURAH MERIAH. Objek Wisata Cirata BUANGAN.

Jalan menurun kami susuri setelah membayar tiket mobil Rp 5.000,-. Jalan  tidak rata alias tidak teraspal dengan baik. Tampaknya kalau hujan bisa licin dan becek. Beruntung, meski musim  tidak menentu, siang itu udara cerah. Berangkat dari Bandung tadi pukul 10 pagi, tiba di sini tepat waktunya shalat Lohor.


Mobil Ibu Etty yang kami tumpangi akhirnya berhenti di depan sebuah  kedai nasi liwet. Kedainya berupa bangunan semi permanen dari bahan kayu, bambu dan anyaman bilik bambu. Atapnya dari genteng tanah liat. Benar-benar suasana pedesaan ala Sunda tempo dulu .Setelah menunaikan shalat lohor di masjid , kami memilih makan siang di lantai atas  kedai nasi. Tujuannya supaya pemandangan bisa lepas bebas ke segala arah dari ketinggian. Aduh sejuknya berteduh di bawah atap genteng tanah liat ini, berlantaikan kayu yang dilapisi sejenis  lampit bambu. Tikar anyaman  model  jaman baheula ikut menghiasi.

duuuh nyaman sekali...... tikar anyaman etnik nan cantik, untuk leyeh-leyeh, teduh di bawah kesejukan genteng tanah liat, lantai kayu berselimut lampit bambu.... tradisi ala Sunda Baheula... di tepian Waduk Cirata 2015
duuuh nyaman sekali...... tikar anyaman etnik nan cantik, untuk leyeh-leyeh, teduh di bawah kesejukan genteng tanah liat, lantai kayu berselimut lampit bambu.... tradisi ala Sunda Baheula... di tepian Waduk Cirata 2015
  

Penjaja TUtut , sejenis keong/ siput sawah yang gurih, juga gorengan dan rambutan...... murah meriah
Penjaja TUtut , sejenis keong/ siput sawah yang gurih, juga gorengan dan rambutan...... murah meriah
  

Kami memesan nasi liwet dengan pelengkap ikan bakar dan lain-lain. Untuk satu porsi katanya Rp 70.000  cukup untuk 4 orang. Karena kami berenam, maka memesan 2 porsi saja. Seharga Rp 140.000,- . Menunya  nasi liwet, sambal , lalab segar langsung dipetik , ikan nila bakar (9 ekor) , sausnya sambal kecap dengan jahe.Kalau mau tambahan bawa dari rumah juga bisa, misalkan gorengan, atau lainnya.

Ibu pemilik warung tampak memetik pucuk-pucuk daun singkong yang rimbun membingkai tepian waduk. Tanaman singkong diselingi daun-daun kemangi, tanaman kacang tanah. Disela-selanya tumbuh  daun randamidang, lalaban harum dengan bunga berwarna merah muda. Bahasa Indonesianya daun kenikir. Asal jangan keliru, pilih yang bunganya merah muda, bukan yang kuning.

Daun singkong, daun randa midang, daun kemangi....semua dipetik langsung untuk menemani santap siang...lalaban segar
Daun singkong, daun randa midang, daun kemangi....semua dipetik langsung untuk menemani santap siang...lalaban segar
 

Beberapa  wanita penduduk setempat menjajakan tutut dan rambutan. Harganya sangat murah. Jadi sebelum makan siang alias nasi liwet dadakannya matang, menikmati tutut berbumbu gurih plus  rambutan manis ngelotok, enak juga. Rambutannya banyak sekali di tempat ini.

Semilir angin berembus mengayunkan bunga-bunga  kenikir kuning. Biru  danau yang tenang, sebuah pemandangan yang menyejukkan jiwa raga. Ternyata ada tukang ngamen  mendatangi kami, memainkan sebuah lagu dangdut.  Lumayan ,selingan hiburan.Pemandangan danau dari atas sini indah sekali. Penduduk setempat menyebut lokasi ini sebagai Cai-caian (bahasa Sunda = air-airan, alias laut-lautan, atau  mungkin danau tiruan).

Semilir angin, ayunan bunga-bunga kenikir/cosmos kuning benderang.... Air danau membiru dan tenang, ketenteraman alam, pemandangan pelenyap galau.....
Semilir angin, ayunan bunga-bunga kenikir/cosmos kuning benderang.... Air danau membiru dan tenang, ketenteraman alam, pemandangan pelenyap galau.....
  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun