Mohon tunggu...
Maryati
Maryati Mohon Tunggu... Lainnya - Selalu optimis dan menebar kebaikan
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Ibu dari 4 orang anak, sebagai sinden dan pemandu "Upacara Adat Sunda" di Kepri. Pernah menjadi guru les/privat di rumah sendiri.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Misteri Pohon Kelapa Bercabang Tujuh

26 November 2020   07:42 Diperbarui: 30 November 2020   23:42 560
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

  • Kel.  Momon

    Misteri Pohon Kelapa Bercabang Tujuh

    Momon sudah sembuh dari kerasukannya dan tidak diikuti lagi oleh nenek nenek yang bermata sipit itu. Tapi setelah kejadian itu, dia seperti orang yang aneh. Anehnya kenapa? "
    Dia sering menyebut nyebut nama istrinya itu dengan sebutan nyimas "Ayu."
    Padahal semua orang pada tau terutama para tetangga di Ruli blok R bahwa istri Momon bernama Mimin.

    Hampir tiap malam jum'at terutama malam Jum'at kliwon, sikapnya Momon yang aneh itu muncul. Dia mengatakan ke Mimin bahwa " Mimin bagaikan bidadari turun dari kahyangan".Tapi kadang malam jum'at berikutnya mengatakan Mimin seperti Nenek lampir yang sangat menakutkan.

    "Pergi kamu dari sini Nenek jelek, pergi!!!! "

    Kang, ini istrimu Mimin. Istighfar atuh kang!!!
     
    "Jangan kau ganggu aku terus,!!!" pergi !!!!

    "Awas di pojok situ ada ular berkepala manusia, dia mengejar-ngejarku terus, aku takut," ujarnya.
    Begitu dan begitulah sikap Momon selama ini.
    Mimin merasa dirumahnya seperti di neraka, karena melihat tingkah laku dan sikap suami yang jauh berbeda dengan dulu sebelum mereka pergi jalan-jalan keliling Kota Batam. Mereka pergi dengan Mobil rental yang sengaja mereka sewa biar tidak kecapean, kehujanan ataupun kepanasan.

    Setiap Minggu pagi Mimin mengajak Mumun untuk ikut belanja ke warung langganan dekat rumahnya. Lumayan lama juga di warung, karena antri pembelinya. Mungkin karena hari libur anak-anak Dormitory pada masak. Momon ditinggalkan sendiri di kamar. Dia kebetulan masih ngantuk, jadi setelah sholat subuh dia tidur lagi.

    Setibanya di rumah, Mimin dan Mumun merasa kaget, karena mendengar Momon ngomong sendirian. "Mau kemana Nyimas Ayu? "jangan pergi tinggalkan aku sayang !!!!! pleseeeees.
    Mimim menggerutu sambil ngomong "Bicara sama hantu aja ko pake bahasa Inggtis segala".
     
    "Kang bangun kang, ini sudah siang jangan ngelantur melulu" kata si Mimin ngomelin suaminya.
    Akhirnya Momon terbangun juga karena tadi dipukul kakinya sama Mimin agak keras

    Astaghfirullah, ternyata barusan akutuh mimpi ,mimpi tidur bareng Nyimas Ayu.
    Iih si akangmah gitu deh sama Mimin, sakit hatiku tau dengar akang ngomong kaya gitu. Meskipun itu cuma mimpi. Iya Min, maaafkan akang yah. Akang gak bermaksud begitu Min, "jawab Momon sambil turun dari kasur"hendak ke kamar mandi.

    Akang,,,akang.,,,sini cepat kang!!!!!

    Mimin merasa kaget karena dia menemukan sisik ular di atas kasur.

    Ada apa Mimin, ko teriak-teriak. Bikin kaget akang aja.
     Ini loh kang, di kasur kita ko ada sisik ular.
    "Hah,,, Momon kaget !!!"

    Berarti,,,,,berarti,,,,,
    Berarti apa kang? "Mereka berdua merasa merinding bulu kuduknya.
    Berarti aku tadi tidur sama siluman ular dong. Kata Momon kepada Mimin.
    Tidak memperpanjang waktu, mereka bertiga pergi lagi ke Ustadz yang ke marin menolong mereka.

    Singkat kata, sang Ustadz geleng geleng kepala dan menanyakan perihal kejadian waktu mereka jalan-jalan. Karena menurut penuturan beliau, masih ada kaitannya dengan peristiwa kemarin.

    Momon bercerita, sebelum ke jembatan lima, mereka pergi ke jembatan empat dulu. Di mana, di jembatan empat ada tempat wisata yang sangat unik dan menarik. Lalu Momon bercerita juga bahwa dia telah memetik pucuk  sebuah pohon "Kelapa Bercabang Tujuh."
    Awalnya Momon hanya berphoto-photo saja di sana. Tapi tiba-tiba ingin memetiknya, kata Momon menceritakan dengan panjang lebar.

    Kalau begitu berarti Pak Momon sudah melakukan kesalahan lagi. Yaitu mengganggu tanaman yang bukan haknya. Kelapa Bercabang Tujuh itu, oleh sebagian masyarakat di sana di percaya sebagai tempat yang memiliki daya mistis. Konon katanya, pohon itu di kuasai oleh seorang Ratu ular dan mempunyai enam dayang. Tapi yang sering menjaga hanya dua dayang saja.

    Inilah penampakan pohon kelapa bercabang tujuh yang dijaga sepasang ekor ular di Jembatan Empat.
    POHON kelapa usia puluhan tahun ini tumbuh tak wajar, bercabang tujuh. Diyakini, pohon ini dijaga oleh sepasang ular jelmaan puteri yang bertujuh setengah manusia dan setengah ular.
    Pohon kelapa aneh itu tumbuh di Jalan Kelapa Tujuh, Kampung Belongkeng, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, Batam.

    Konon katanya, Tahun 2011 pohon yang satu telah mati gara-gara ada yang metik pucuknya.  Dan untungnya masih ada satu pohon unik yang daunnya tiga warna yaitu, merah, putih dan kuning.

    Nah jika teman-teman di grup ini ingin berwisata ke sana, jangan lupa untuk berdo'a dan jangan mengganggu pepohonan orang. Apalagi ini pohon langka yang harus kita jaga dan lestarikan.

    Adakah cerita misteri pohon kelapa yang sama?  Coba tolong kirimkan alamatnya ya teman-teman, di kolom komentar.

    Batam 26-11-2020

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun