Mohon tunggu...
Marthio Satrio Wibowo
Marthio Satrio Wibowo Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa Sosiologi Universitas Negeri Jakarta

Seorang mahasiswa yang menghabiskan waktunya dengan mengikuti perkembangan berita dan mempelajari sejarah serta sosial-politik.

Selanjutnya

Tutup

Music Artikel Utama

Nostalgia Linkin Park dan Nu Metal di Masa Pandemi

3 Juli 2021   17:20 Diperbarui: 5 Juli 2021   17:56 2689
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Linkin Park di tahun 2007 pada sesi foto untuk album "Minutes to Midnight". / wallpaperbetter.com

Dibentuk pada tahun 1996, Linkin Park menjadi tenar di dunia internasional dengan album studio debut mereka, "Hybrid Theory" (2000), yang dianugerahi dengan sertifikat Diamond  oleh Asosiasi Industri Rekaman Amerika (RIAA). 

Dirilis selama puncak kejayaan nu metal di penghujung tahun 2000, pemutaran singel album "Hybrid Theory" di MTV secara besar-besaran membuat singel "One Step Closer", "Crawling" dan "In the End" semuanya menempati posisi teratas di tangga lagu Mainstream Rock; lagu "In The End" pun juga turut menyambangi ke tangga peringkat lagu pop. 

Album kedua mereka, "Meteora" (2003), juga ikut andil dalam melanjutkan kesuksesan band. Linkin Park mengeksplorasi genre musik eksperimental di album ketiga mereka, Minutes to Midnight (2007). Pada akhir dekade 2000-an, Linkin Park merupakan salah satu band rock paling sukses dan terpopuler di dunia.

Linkin Park terus mengeksplorasi variasi yang lebih luas dari jenis musik di album keempat mereka, "A Thousand Suns" (2010), melapisi musik mereka dengan lebih banyak suara elektronik. Album kelima band, "Living Things" (2012), menggabungkan elemen musik dari semua rekaman mereka sebelumnya. Album keenam mereka, "The Hunting Party" (2014), kembali ke suara rock yang lebih berat, dan album ketujuh mereka, "One More Light" (2017), adalah album musik berorientasi pop pertama mereka.

Namun, kepergian Chester Bennington untuk selamanya pada 20 Juli 2017 lalu menyisakan mandeknya karier personil Linkin Park. Wafatnya Chester Bennington akibat bunuh diri meninggalkan luka yang mendalam bagi para personil band Linkin Park dan juga para fans Linkin Park. Namun kini, mereka berusaha untuk move on. Sepeninggal Chester Bennington, Linkin Park seakan tak bisa menggantikan posisinya. Sejak saat itu, Mike Shinoda dan kawan-kawan mencoba kesibukan lainnya, seperti proyek solo dan fokus dengan keluarga masing-masing.

Seperti yang kita tahu, Linkin Park pernah menjadi sebuah bagian kehidupan musik populer di era awal tahun 2000-an. Ada berbagai alasan kenapa Linkin Park pada waktu itu sangat digemari. 

Menurut Shuker (2008: 2), musik populer adalah musik yang disukai oleh masyarakat. Dalam hal ini, masyarakat yang dimaksud adalah generasi muda yang terdiri dari para remaja dan dewasa muda. 

Linkin Park sebagai bagian dari musik populer juga merupakan bagian dari budaya populer dari nu metal sebelum mereka meninggalkan genre nu metal menuju genre rock alternatif yang ditandai dengan mereka merilis album "Minutes to Midnight" di tahun 2007.

Potret Linkin Park di tahun 2000. Dapat dilihat mereka mengenakan tipikal fashion nu metal seperti jaket hoodie dan celana kargo. / lazone.id
Potret Linkin Park di tahun 2000. Dapat dilihat mereka mengenakan tipikal fashion nu metal seperti jaket hoodie dan celana kargo. / lazone.id

Nu metal adalah subgenre dari metal alternatif yang menggabungkan unsur-unsur musik heavy metal dengan unsur-unsur genre musik lain seperti hip hop, rock alternatif, funk, industrial, dan grunge. Band Nu metal telah menarik elemen dan pengaruh dari berbagai gaya musik, termasuk beberapa genre heavy metal. DJ kadang-kadang ditampilkan dalam nu metal untuk menyediakan instrumentasi seperti pengambilan sampel (sampling), scratching pada turntable, dan latar belakang elektronik (electronic backgrounds). Gaya vokal dalam nu metal termasuk bernyanyi, rap, berteriak dan menggeram (growling). 

Nu metal adalah salah satu genre kunci dari gelombang baru heavy metal Amerika. Hadirnya kombinasi Mike Shinoda sebagai rapper, keyboardis dan gitaris serta Joe Hahn sebagai DJ/turntablist dalam band Linkin Park membuat Linkin Park menjadi band yang paling unik dalam dunia metal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Music Selengkapnya
Lihat Music Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun