Kesehatan

Perkembangan Sistem Layanan Kesehatan di Amerika Serikat

2 Desember 2017   00:32 Diperbarui: 2 Desember 2017   08:06 979 0 0

Layanan kesehatan adalah salah komponen yang kompleks di dalam masyarakat Amerika Serikat. Kompleksitas inilah yang kemudian membuat istilah layanan kesehatan di Amerika Serikat susah untuk dideskripsikan. Apakah layanan kesehatan itu industri? Sistem? Institusi? Pada kenyataannya, layanan kesehatan adalah semua dari pertanyaan tersebut, bahkan lebih. Dibutuhkan ensiklopedi untuk bisa secara utuh mendeskripsikan berbagai dimensi tentang kesehatan di sana. Awal mula yang baik untuk melihat bagaimana keorganisasian layanan kesehatan di Amerika Serikat berjalan adalah untuk mengumpulkan komponen-komponen yang berkaitan. Layanan kesehatan di Amerika Serikat memiliki sekitar 6.400 rumah sakit, 15.000 perawatan rumah, dan sekitar 300.000 klinik yang menyediakan perawatan dokter. Hal ini belum termasuk chiropraktek dan penasihat kesehatan mental.

Pendekatan yang berguna untuk bisa mengerti sistem layanan kesehatan adalah untuk membentuk konsep dalam hal "tingkatan" kesehatan. Tingkatan ini secara umum dikategorikan menjadi tiga, yaitu layanan utama, layanan sekunder, dan layanan tersier. Layanan utama diartikan sebagai layanan yang secara umum menyediakan dokter umum. Dokter-dokter ini ada berdasarkan komunitas yang membutuhkan, dan biasanya bisa langsung bertemu dengan pasien tanpa perlu melewati dokter spesialis. Dalam sistem kesehatan mental, psikologis yang membentuk tingkatan layanan kesehatannya sendiri. Layanan utam biasanya pasien dikirim langsung ke klinik atau ke rumah dokter yang ada. 

Dalam layanan rumah sakit, layanan utama diartikan sebagai layanan yang biasanya tidak terlalu khusus yang ada di rumah sakit pada umumnya. Contohnya perawatan rutin, operasi, diagnosa. Layanan utama juga termasuk pelayanan darurat. Rumah sakit untuk layanan utama biasanya tidak memerlukan teknologi atau spesialisasi yang khusus. Layanan sekunder melayani pasien dengan tingkatan spesialisasi dan teknologi yang lebih maju. Dokternya menyediakan praktisi-praktisi yang sangat berpengalaman dan berkemampuan tinggi untuk melayani pasien yang membutuhkan operasi khusus atau pun penyakit dalam. 

Rumah sakit untuk layanan sekunder mampu untuk menyediakan teknologi cadangan yang lebih kompleks, dukungan dokter spesialis dan layanan tambahan dibandingkan dengan layanan utama. Fasilitas ini mampu untuk mengatasi operasi yang sangat kompleks dan memberikan fasilitas bagi pasien yang tidak mampu diatasi pada layanan utama. Layanan tersier menyediakan layanan operasi dan kondisi medis yang lebih kompleks lagi. Para praktisi yang ada biasanya adalah subspesialis dan fasilitasnya sangat kompleks dan teknologinya sangat maju.

 Prosedur yang kompleks seperti operasi jantung dilaksanakan di fasilitas yang menyediakan layanan berkelanjutan untuk pasien, dokter dan teknologi. Kasus-kasus dalam layanan tersier biasanya diatasi oleh tim medis atau spesialis yang didukung para dokter radiologi, patologi, dan anestesiologi yang ada di rumah sakit. Layanan tersier biasanya terletak di beberapa wilayah utama yang memiliki jangkauan geografis yang luas. Misalnya "Medical Center".

Dalam dua dekade terakhir di abad 20, sistem layanan kesehatan di Amerika Serikat mengalami perubahan yang besar. Perubahan yang terjadi pada fasilitas kesehatan sangatlah banyak. Lingkungan yang mengkomunikasikan tentang kesehatan telah berubah secara signifikan beberapa tahun terkahir, dan ini hanya akan terus berubah di masa depan. 

Perubahan ini termasuk pertumbuhan isu-isu kesehatan yang berkaitan dengan komunikasi, dan menarik perhatian publik. Perubahan ini termasuk menumbuhkan permintaan konsumen untuk kualitas informasi kesehatan yang lebih banyak dan lebih baik. Selain itu, termasuk juga kemajuan dalam teknik pemasaran dan penjualan, seperti iklan resep obat yang direct-to-consumer dan informasi obat-obatan melalui internet. Tren tentang komersialisasi dengan internet memberikan sugesti bahwa model pemasaran melalui media lain akan menyatu dengan internet. 

Sejak layanan kesehatan menjadi bergantung dengan pasar di tahun 1990an, fungsi dari komunikasi semakin bertumbuh. Segala sesuatunya sekarang dilihat dari sudut pandang kostumer dan audiens eksternal lainnya. Setiap rumah sakit sekarang mencoba untuk memenangkan hati konsumennya. Dalam memenangkan peperangan hati ini, rumah sakit menjadikan hubungan masyarakatnya sebagai alat utama untuk menunujukan kehebatan layanan kesehatan di rumah sakit tersebut, diikuti dengan membangun divisi media, khususnya internet untuk bisa lebih meginformasikan informasi kesehatan pada konsumen. 

Konsumen dalam proses ini dikonsepkan ulang dan gerakan direct-to-consumer adalah gerakan hasil dari perkembangan proses ini. Konsumen pada tahun 1990an lebih pintar dan lebih peduli dengan kebutuhan kesehatan mereka daripada konsumen di generasi sebelumnya. Kehadiran internet sebagai sumber informasi kesehatan kemudian menjadi perkembangan paham konsumerisme. Konsumen sekarang lebih berani untuk menanyakan tentang kesehatan mereka ke dokter dengan pengetahuan yang tidak bisa diprediksi.

KESIMPULAN

Konteks dari komunikasi kesehatan seiring dengan masuknya kita dalam era milenial terus berkembang sampai sekarang. Pada tahun 1990an, tekanan berpindah bukan lagi dari orang yang sakit, tetapi dari orang yang sehat tetapi tertekan dengan biaya kesehatan mereka. Terdapat fokus baru dalam kepuasan pasien, yaitu para baby boomers yang datang untuk mendominasi layanan kesehatan yang haus akan informasi. Dengan mengemas ulang pemasaran pada tahun 1990an, ruang lingkup komunikasi kesehatan semaking bertambah luas. 

Pasarnya menjadi sangat kompetitif. Tren dari bertambahnya kesempatan dalam komunikasi kesehatan ini kemudian berlawan dengan dasar pencarian informasi kesehatan. Penelitian mengenai pencarian informasi kesehatan dan peran dari informasi kesehatan dalam mempengaruhi kesehatan sendiri masih terus dilakukan sampai saat ini.

DAFTAR PUSTAKA

Thomas, R.K ( 2006 ). Health Communication, hal 26-33.  New York : Springer