Humaniora Pilihan

Bela Negara untuk Pelajar

21 Maret 2017   08:34 Diperbarui: 21 Maret 2017   08:43 159 1 0
Bela Negara untuk Pelajar
Sumber: batam.tribunnews.com

Program Bela Negara semakin diterima dengan baik oleh masyarakat luas. Program Kementerian Pertahanan ini tidak hanya menyasar orang dewasa, melainkan juga anak-anak. Para pelajar SMP sudah mulai diperkenalkan apa itu Bela Negara. Salah satu yang diselenggarakan adalah Bela Negara di kalangan pelajar SMP di Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Acara yang diselenggarakan Korem 063 Sunan Gunung Jati Cirebon itu diikuti 300 pelajar SMP seluruh wilayah Kuningan.

Lalu, bagaimana sebenarnya program Bela Negara di kalangan pelajar itu?  Hal ini tidak lepas dari keyakinan kita bersama bahwa anak ibarat kertas putih yang bisa ditulis apa pun oleh orang dewasa. Penanaman nilai, karakter, kepercayaan hingga kedisiplinan, sangat mudah jika dilakukan sejak dini. Begitu pula dengan Bela Negara, akan mudah menanamkan nilai-nilai cinta tanah air sejak belia. Diharapkan, nilai-nilai tersebut akan berbuah menjadi perilaku sehari-hari yang mencerminkan cinta tanah air.

Kementerian Pertahanan memang sengaja menggelontorkan program Bela Negara di kalangan anak. Tujuannya adalah agar program ini benar-benar menyasar seluruh lapisan masyarakat. Di tingkat dewasa, maka program ini disesuaikan dengan usia dan kematangan berpikir mereka. Begitu pula dengan anak, penyelenggaraan Bela Negara disesuaikan dengan perkembangan tumbuh kembang anak.

Kita mengetahui, kondisi sosial saat ini begitu rapuh. Konflik horisontal, hedonisme, pornografi, narkoba, materialisme hingga liberalisme menjadi ancaman nyata keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Jika hal ini tidak segera diantisipasi, maka kelak akan menghancurkan sendi-sendi kehidupan masyarakat kita. Program Bela Negara untuk anak hadir, agak kelak generasi masyarakat kita akan tumbuh lebih baik dari saat ini.

Dengan adanya Bela Negara, maka anak akan mendapat perlindungan dari berbagai marabahaya. Ancaman ideologi dan cara pandang, akan tereduksi dengan sendirinya, karena ada filter yang dipupuk sejak anak-anak melalui program Bela Negara. Selain itu, Bela Negara sejatinya menjadi implementasi lima pilar perlindungan anak, di antaranya adalah Pemerintah dan Negara.

Selain itu, kesenjangan ekonomi yang diakibatkan kemiskinan menjadi ancaman bagi negara dan bangsa. Orangtua yang di-PHK dari tempat bekerja, akan melahirkan anak-anak yang putus sekolah. Rantai kemiskinan pun semakin panjang dan seolah tidak ada habisnya. Untuk mengatasi hal ini, dengan program Bela Negara, maka anak dan orang tua akan mendapat pemahaman yang utuh tentang bagaimana seharusnya menyikapi kehidupan bermasyarakat yang senantiasa diiringi ancaman, gangguan dan hambatan.

Belum lagi maraknya penyebaran paham ekstrim dan radikal di kalangan pelajar. Mereka menjadi target kelompok tertentu untuk dibina menjadi generasi radikal. Untuk mengantisipasi hal ini, maka dibutuhkan program yang menyeluruh dan bisa menangkal ancaman tersebut. Bela Negara menjadi salah satu upaya serius untuk menghindari anak dari radikalisme dan ekstrimisme.

Di banyak tempat, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan Indonesia saat ini memasuki ancaman non-militer yang bahaya nya lebih besar dari ancaman militer. Ancaman tersebut begitu halus hingga tidak bisa terdeteksi secara kasat mata. Tanpa disadari, Indonesia saat ini dalam kondisi genting, namun tidak disadari oleh masyarakat luas.

Diharapkan, dengan kaderisasi Bela Negara di kalangan anak, maka akan tumbuh kesadaran untuk membentengi diri dari berbagai ancaman nonmiliter seperti yang sudah disebut di atas. Hal ini tidak lepas dari keinginan kita semua untuk menjaga bersama-sama keutuhan NKRI di masa depan dengan mendidik lebih baik lagi anak-anak kita.

Melalui Bela Negara diharapkan akan terbangun generasi yang memiliki karakter disiplin, optimisme, kerja sama, dan kepemimpinan yang sudah barang tentu menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara kita. Penanaman nilai cinta Tanah Air sejak dini, artinya kita membangun rasa nasionalisme dan kebangsaan di generasi muda. Ini menjadi upaya konkret untuk menentukan sikap dalam konteks mempertahankan Pancasila dan keutuhan NKRI. (*)