Mohon tunggu...
Malaikat Takbersayap
Malaikat Takbersayap Mohon Tunggu... Menulis membuat bahagia

menulis membuat ku bahagia

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Pendosa

14 September 2019   09:07 Diperbarui: 14 September 2019   09:09 0 0 0 Mohon Tunggu...

Hatiku terbungkam oleh ketidak berdayaan.

Meski dari lubuh hati terdalam, ia menjerit "Tuhaan.....!!!".

Saat imajinasiku menjelma api kegelapan menelan akal, merayap diantara syarat dan detak nadi, membuat ku lunglai tak tau diri.

Saat semua tlah puas membakar, menyisahkan abu-abu kelam dosa.

di ujung senja, terdengar suara Tuhan memanggil.

Ragaku mematung, dan kakiku terbenam dalam malu dan penyesalan.

Berdesir hati kecilku, Tuhan masih pantaskah aku menghadap Mu, aku malu.

Ada rasa bersama secerca cahaya meronta menyala pada raga dan kaki yang tebenam.

saat hidup masih ada, ampunan Tuhan akan selalu terbentang untuk kita.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x
14 September 2019