Mohon tunggu...
Sucahya Tjoa
Sucahya Tjoa Mohon Tunggu... Konsultan - Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Latihan Militer PLA di Sekitar Pulau Dongsha Laut Tiongkok Selatan

26 Mei 2020   20:14 Diperbarui: 26 Mei 2020   20:32 728
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sejak wabah pandemi Covid-19 satuan "Detasemen Dunmu" (Taiwan) telah ditarik meinggalkan Pulau 15 Maret, pada saat itu banyak media Taiwan bertanya,kemana perginya armada?

Kemudian terungkap mereka berlayar ke barat daya pada waktu itu, melewati Filipina selatan dan memasuki LTS. Ketika melewati perairan dekat Pulau Taiping dan Pulau Dongsha, latihan "Haijiang" dilaksanakan. Pulau yang disimulasikan diserang dan tentara Taiwan Bantu penjaga "Patroli Laut". 

Namun, karena anggota "Detasemen Dunmu" tidak memiliki kapal amfibi pada saat itu, personel tidak mendarat di pulau itu, tetapi mensimulasikan kontrol perairan terdekat. Dari sini, jelas bahwa militer Taiwan juga sadar akan risiko direbutnya Pulau Dongsha sangat mungkin.

Di pulau ini Taiwan memiliki Taman Nasional Atoll dan Stasiun Penelitian Oceanografi Internasional. Komando Administrasi Patroli Dongsha memiliki dua skuadron yang ditempatkan di kedua sisi Pulau Dongsha.

Namun selama ini rezim yang pro-kemerdekaan Taiwan selalu "membodohi" rakyat Taiwan dengan mengatakan, bahwa Tiongkok daratan tidak akan menggunakan kekuatan militer membebaskan Taiwan, AS pasti akan datang menyelamatkan Taiwan.

Namun kali ini PLA akan melakukan latihan maritim skala besar pada Agustus yang akan datang ini dengan tema untuk membebaskan Pulau Dongsha. Maka selama ini rezim Taiwan yang mengatakan Tiongkok daratan tidak akan menggunakan kekuatan militer terhadap Taiwan adalah suatu kebohongan.

Sumber: taiwannews.com.tw
Sumber: taiwannews.com.tw
Jika memang terjadi PLA membebaskan Dongsha dan AS ternyata tanpa strategi untuk membantu. Maka propaganda yang mengatakan AS akan menyelamatkan Taiwan adalah suatu kebohongan juga.

Menurut sebagian pendangan pengamat masalah RRT dan Taiwan, jika Tiongkok daratan benar melakukan pembebasan Taiwan dengan kekuatan militer, mereka percaya AS tidak akan datang menyelamatkan mereka. Namun sebagian warga Taiwan percaya bahwa AS pasti membantu.

Ini yang menyebabkan kenapa dukungan terhadap pro-kemerdekaan meningkat menjadi 82% dan dukungan terhadap Tsai Ing-Wen (Cai Ingwen) setinggi 75%. Mereka mengatakan tidak takut, Tiongkok daratan tidak akan melakukan tindakan militer, jadi jangan dikhawatirkan.

Kenyataan, pihak militer Taiwan juga menyadari, Pulau Dongsha berada di tangan teater armada selatan PLA, dan di "Strategi Indo-Pasifik" AS, posisi strategis Pulau Dongsha jauh lebih rendah daripada pulau-pulau lain di LTS, jadi begitu perang dimulai, peluang militer AS untuk mendukung Pulau Dongsha sangat minim.

Selain itu, epidemi angkatan laut AS lebih serius sekarang. Di antara kapal-kapal tempur utama AL-AS, termasuk empat kapal induk, satu per tujuh dari kapal perang itu sedang doking di pangkalan karena berjangkitnya infeksi Covid-19. Militer AS juga telah menangguhkan latihan globalnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun