Mohon tunggu...
Sucahya Tjoa
Sucahya Tjoa Mohon Tunggu... Konsultan - Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Permainan Politik Rusia dalam Perdagangan Alutsista Canggih

29 November 2019   17:23 Diperbarui: 30 November 2019   09:18 1835
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: lockheedmartin.com+enemyforces.net

Namun masalahnya Turki adalah anggota NATO dan juga bermitra dalam memproduksi F-35 jet tempur multirole yang menjadi alutsista penting bagi AS dan sekutunya. Alutsista Turki hingga kini masih mengikuti standard dari NATO.

Selama ini Turki merupakan sekutu dan "saudara" erat AS. F-16 menjadi jet tempur andalannya, dan sesuai dengan kesepakatan Turki telah berhak memesan 105 Jet tempur F-35. 

Tapi dengan Turki membeli S-400 Rusia, maka dengan serta merta AS membatalkan pesanan F-35 Turki dan memulangkan pilot-pilot dan teknisi perawatan F-35 yang sedang ditraining di AS. (telah diposting dalam tulisan yang lalu).

Alasan AS karena S-400 tidak kompatibel dengan sistem pertahanan udara NATO, karena dirancang untuk menembak jatuh jet-jet tempur dan rudal AS dan NATO.

Dari semula AS mengancam Turki, jika membeli S-400 maka harus keluar dari program kerjasama F-35, dan kini S-400 telah tiba di Turki. Tapi masih juga belum dikeluarkan. 

Hanya menyatakan jika Turki berubah pikiran masih bisa kembali, yang seolah tindakan ini dianggap "masalah kecil". Ini benar-benar menjadi hal yang paling kusut bagi AS. Karena peristiwa ini akan berdampak fatal pada pengembangan seluruh senjata internasional AS.

Tetapi Turki tetap bersikeras harus membeli sistem S-400 seharga $ 2,5 miliar. Karena lebih canggih dari rudal sistem pertahanan udara buatan AS "Patriot".

Maka, tentu saja Rusia senang sekali, dengan kontrak US$ 2,5 miliar menjual sistem rudal (pertahanan). Bagaimana pun dengan uang ada di tangan, pabrik dapat beroperasi, semua orang Rusia menjadi senang.

Namun mungkin ada sebagian dari kita tidak akan menyangka, setelah proses pembelian S-400 ini selesai, ternyata di belakang ini ada perhitungan-perhitungan yang tidak terduga layaknya sebuah percaturan dan permainan politik sedang dimainkan.

Dengan Turki menerima S-400 selesai, pengamat melihatnya Turki telah bikin kelabakan 3 negara dunia pembeli S-400 (Tiongkok, Qartar, India) sekaligus. Karena untuk kepentingan persekutuan Turki-AS-NATO, maka Turki mempersilahkan ahli AS untuk mempelajari sistem sofeware dan semua parameter dari S-400 ini.

Mengetahui hal ini, Rusia dipermukaan menjadi marah dan jengkel sekali, menganggap Turki telah menghianati Rusia, terlebih lagi dengan negara-negara yang telah membeli dan menggunakan S-400, seperti India, Tiongkok dan Qatar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun