Mohon tunggu...
Sucahya Tjoa
Sucahya Tjoa Mohon Tunggu... Konsultan - Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Permainan Politik Rusia dalam Perdagangan Alutsista Canggih

29 November 2019   17:23 Diperbarui: 30 November 2019   09:18 1835
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: lockheedmartin.com+enemyforces.net

Rusia seperti AS merupakan negara utama yang paling aktif menjual senjata kepada negara-negara di dunia, terutama untuk alutsista canggih berupa pesawat tempur, rudal dan alat pertahanan udara lainnya.

Penulis pernah juga memposting tentang bagaimana pertimbangan dan permainan politik dalam perdagangan senjata.

Sistem Anti-Rudal S-400 Diterima Turki, AS-NATO Panik, Rusia Tertawa, Timteng Tambah Kalut. Dalam Persaingan Berebut Pasar Alutsista AS-Rusia, Mengapa Turki dan India Memilih Su-35 dan Su-57 Rusia Daripada F-35 AS?

Dalam tulisan kali ini akan diulas bagaimana permainan politik dalam perdagangan alutsista canggih.

Permainan Politik Turki

bbc.com
bbc.com
Turki terletak di perbatasan Asia dan Eropa, jadi dalam percaturan dan persaingan geopolitik internasional antara Rusia-AS-Barat menjadi sangat penting sekali.

Ada pengamat yang berpandangan untuk abad ini, Turki akan menjadi dominan di dunia, selain Tiongkok dan India, sedang Rusia dan AS tampaknya akan menurun.

Seperti yang sudah kita ketahui Turki bersikeras membeli S-400 Rusia, dan Rusia menghasilkan uang dari penjualan alutsista canggih ini. Namun Turki yang merupakan sekutu hardcore dengan AS menjadi tegang.

Namun jika dilihat lebih lanjut ini semua hanyalah permaian politik dalam diplomasi dan perdagangan alutsista.

Kita telah mengetahui pernah terjadi peristiwa kudeta untuk menggulingkan Erdogan namun gagal,  menurut rezim Erdogan kudeta ini didalangi AS. Kudeta ini dapat digagalkan berkat ada info intelijens Rusia. Karena itu untuk menunjukkan "tanda terima kasih" Erdogan-Turki melakukan pendekatan hangat pada Rusia.

Turki adalah salah satu anggota NATO, menjadi pintu gerbang selatan penting bagi NATO. Turki bersikeras untuk membeli rudal pertahanan udara S-400 Rusia, dan unitnya telah tiba di Turki.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun