Mohon tunggu...
Sucahya Tjoa
Sucahya Tjoa Mohon Tunggu... Konsultan - Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Kisah Pilot Ace Xie Paifen dan Pembukaan Rute Udara Beijing Lhasa Tibet Tahun 1950an (2)

29 Januari 2017   21:12 Diperbarui: 29 Januari 2017   22:56 294
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: Ilustrasi dari CCTV China

Sebelum penumpasan pemberontakan bersenjata di Chamdo, Perang Korea pecah, isu Taiwan di pantai Tenggara Tiongkok juga harus segera diselesaikan. Jadi dalam situasi yang rumit di dalam negeri dan di luar negeri, Tiongkok kala itu harus juga menumpas pemberontakan Chamdo.[U1]

Maka dalam kesempatan ini, pemberontak Tibet atas dukungan Barat dan CIA-AS dan pihak luar lainnya, tidak menunggu lagi kesempatan baik ini untuk melakukan permberontak separatis Tibet. Pada saat genting begitu Mao Zhedong memberi perintah untuk memesan 42 pesawat Ilyusshin Il-12 yang bisa terbang untuk altitude tinggi dari Uni Soviet. Pesawat Ilyusshin Il-12 dipesan dengan Engine yang lebih besar dan dilengkapi dengan perangkat super-chargging dua tahap, sehingga cocok untuk penerbangan untuk dataran tinggi. Karena pesawat ini diproduksi belakangan, sehingga alat komunikasi, navigasi, altimeter dan perangkat airborne lainnya lebih sempurna untuk menghindari kecelakaan.

Atas bantuan para ahli Uni Soviet, Xie Paifen dengan lancar dapat akrab dengan pesawat angkut cepat Ilyusshin Il-12 ini. Dia mulai melatih siswa-siswa baru dengan cepat. Setelah secara intensif melakukan dropping udara selama hampir dua bulan, maka dianggap cukup bagi persediaan logistik bagi pasukan yang maju ke Chambo.

Setelah itu Komite Sentral memutuskan untuk mengirim beberapa pesawat ke dekat-dekat Chamdo (昌都) pertama untuk melaksanakan serangan konsensus proganda dengan selebaran. Mendistribusikan selebaran kepada Tentara Pemberontak Tibet untuk mencerai-beraikan kekuatan mereka, menyadarkan mereka bagaimanapun akan hancur jika melawan tentara PLA. Mereka menyadari bahwa tentara PLA baik. Dan mereka bisa pulang atau berbaris bersama tentara PLA pulang ke Lhasa, meyakinkan mereka bahwa tentara PLA benar-benar dewa penolong.

Pada bulan Oktobe 1950, Tentara PLA berbaris cepat selama lebih dari 700 kilo meter dalam waktu 14 hari melalui tiga provinsi di dataran tinggi, menyeberangi Sungai Lancang dan menyelesaikan pengepungan dalam lingkaran besar sebelum tentara pemberontak Tibet mundur ke arah barat. Kemudian PLA berhasil mencegat, menyerang dan menumpas pasukan pemberontak Tibet yang akan mundur ke Chamdo. Dengan berhasilnya menguasai Chamdo, maka membuka celah pintu pembebasan Tibet dengan damai.

Pada 15 Pebruari 1951, perwakilan dari pemerintah daerah Tibet pergi ke Beijing untuk bernegosiasi. Untuk memastikan keberhasilan negosiasi, Komite Sentral meminta angkatan udara untuk melaksanakan uji terbang untuk penerbangan ke Taizhao (太昭) yang berdekatan dengan Lhasa untuk mempersiapan pembebasan lengkap di Tibet.

Karena di Taizhao tidak ada Bandara, C-46 harus lepas landas dari Bandara Xinjin (新津), terbang sepanjang 1.129 km dan kembali lagi setelah sampai di udara Taizhao. Jadi pilot harus melakukan penerbangan sekitar perjalanan terbang sepanjang 2.258 km

Bagi C-46 Amerika merancang hanya untuk terbang tujuh jam paling lama. Pada saat itu durasi penerbangan dibatasi. Maka mereka memutuskan untuk melepaskan tanki bahan bakar tambahan (auxilary fuel tank) pada pesawat bomber dan memasangnya didalam C-46 sehingga bisa memperpanjang durasi terbang C-46.

Sumber: http://hangkongzhishi1she.com
Sumber: http://hangkongzhishi1she.com
Pada 7 juni 1952, pesawat C-46 yang diterbangkan oleh Li Xiangmin (李向民) lepas landas dari Bandara Xinjin di Sichuan. Selama penerbangan dengan pesawatC-46 tua ini telah mengalami banyak masalah, termasuk getaran mesin, kerusakan instrumen, kebocoran sistem minyak pelumas. Setelah mengalami pertarungan yang menebarkan selama hampir 10 jam, para awak pesawat ini akhirnya berhasil menyelesaikan misi tes penerbangan ulang-alik sepanjang 2.258 km.

Saat itu telah memecahkan rekor terbang, baik dalam segi waktu yang lama dan jarak serta batas ketinggian dari pesawat C-46. Pilot dari AU-Tiongkok lagi-lagi telah memecahkan zona yang dibatasi sebelumnya, sehingga di puji sebagai “elang di dataran tinggi” oleh penyair.

Namun, pada hari kembali suksesnya awak penerbangan Xiangmin ini, pesawat C-46 yang lain jatuh ke gunung saat melakukan perjalanan untuk melakukan droping udara, semua awak penerbang tewas. Dan nama mereka terukir di monumen megah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun