Mohon tunggu...
Mahmudin Bm
Mahmudin Bm Mohon Tunggu... Freelancer - Ayah dari dua anak

Menulis, membaca, olahraga, MC dan mendongeng

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Pejuang Garis Dua

20 Juli 2022   09:30 Diperbarui: 20 Juli 2022   17:07 363
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pejuang garis dua

Saat ini, saya termasuk orang yang paling bersyukur. Betapa tidak, Anugerah yang Allah berikan pada keluarga kami begitu besar. Keluarga kecil kami telah dikaruniai dua anak, putra dan putri.

Anak adalah dambaan setiap pasangan suami istri. Selain sebagai generasi penerus keluarga juga menjadi penyejuk mata orangtua.

Sejatinya anak adalah amanah yang diberikan dari Yang Kuasa. Harus dijaga dan di rawat dengan baik.

8 tahun kami menanti

Salahsatu kebahagiaan yang sangat besar bagi pasangan suami istri adalah lahirnya seorang anak.

Anak yang dapat memberi semangat hidup, memberi motivasi kuat agar kita melakukan terbaik untuk keluarga.
Hadirnya memberi warna pada kehidupan yang kita jalani.

Kami menikah tahun 2003. Tahun pertama ujian datang  melanda kami, saya di PHK dari pekerjaan. Sekalipun istri seorang guru, dengan menganggurnya saya membuat hidup terasa tidak mengenakan.

Saya mencoba berjualan jajanan anak di rumah, kebetulan orangtua mengajar TPA yang muridnya cukup banyak, ada 60 anak.
Modal tekad dan modal yang kecil saya berjualan, Alhamdulillah keberkahan datang. Usaha kecil kami terus berkembang pesat hingga membuka warung sembako.

Di sisi lain, kami berdua terasa kesepian tanpa momongan. Tahun demi tahun berlalu tanpa hasil, padahal berbagai macam usaha telah dicoba kami berdua.


Omongan tetangga yang menyakitkan hati dan memanaskan telinga, membuat istri tak kuasa memendung tangisnya.
Kegalauan istri dirasakan pula oleh saya, hingga ada pertanyaan istri yang cukup menghentakan hati namun tetap tenang menjawabnya.
Bila Allah tidak mengkaruniakan kami seorang keturunan, itu sudah kehendakNya. Kita harus menerima semua keputusanNya dengan ikhlas, itulah yang terbaik buat hidup kami.
Selalu menguatkan hati istri, itu yang selalu dilakukan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun