Mohon tunggu...
Gaya Hidup

Filosofi Kopi : Representasi Nongkrong Masa Kini

12 Desember 2017   02:08 Diperbarui: 12 Desember 2017   11:47 2652
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gaya Hidup. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Rawpixel

Pendahuluan

Saat ini, nongkrong sudah menjadi gaya hidup bahkan menjelma menjadi kebutuhan bagi sebagian masyarakat. Fakta bahwa hampir setiap malam tempat nongkrong selalu di datangi pengunjung, membuat para pelaku bisnis tak ragu untuk membuka tempat nongkrong. Beragam tempatpun hadir dengan menu, konsep dan keunikan tertentu.

Tak terkecuali Filosofi Kopi, kedai kopi yang tergolong baru di Yogyakarta ini, seolah-olah menjadi tempat wajib dikunjungi oleh mayoritas pencinta nongkrong yang sedang berada Yogyakarta. Nongkrong biasanya lebih dikenal dan dianggap sebagai budaya pemalas dan membuang-buang waktu. Namun, nongkrong sebenarnya merupakan salah satu budaya sosial yang penting dalam masyarakat yang memiliki manfaat seperti melepas penat, mencari inspirasi dan berkomunikasi dengan sesama.

Teori Yang Digunakan

Menurut pendapat Plummer (1983:131) yang menyatakan bahwa "Gaya hidup adalah cara hidup individu yang diidentifikasikan olah bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktivitas), apa yang mereka anggap penting dalam hidupnya (keterkaitan) dan apa yang mereka pikirkan tentang dunia sekitarnya". Kotler (dalam Sakinah, 2002:78) menjelaskan bahwa, "Gaya hidup menggambarkan keseluruhan diri seseorang yang berinteraksi dengan lingkungannya".

Selanjutnya pengertian branding oleh Kotler (Kotler, 2009:147) yang menjelaskan bahwa Branding atau merek adalah "Nama, istilah, lambang, atau desain atau kombinasinya, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa dari salah satu penjual atau kelompok penjual dan mendiferensiasikan mereka dari pesaing". Berdasarkan teori tersebut dapat diartikan bahwa branding merupakan identitas yang dapat berupa nama, logo, atau simbol lainnya yang dapat membentuk citra pada konsumen terhadap suatu perusahaan atau produk.

Manfaat Untuk DKV

Mengetahui betapa pentingnya pengaruh DKV dalam memberikan citra/image dalam sebuah nama, bahkan suatu tempat nongkrong memberikan sebuah kesan kepada khalayak umum. Selain itu nongkrong juga berguna untuk menyegarkan pikiran, sekaligus tempat mencari inspirasi yang tepat bagi para penggiat kreatif.

Pembahasan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Nongkrong merupakan istilah yang diartikan sebagai kegiatan berjongkok sambil mengobrol. Nongkrong juga merupakan kegiatan berkumpul di suatu tempat guna melakukan kegiatan yang berfungsi untuk mengisi waktu luang. Namun, disisi lain nongkrong tidak hanya diartikan sebagai suatu kegiatan yang hanya sekadar jongkok, berkumpul, mengobrol, dan menghabiskan waktu luang, tetapi nongkrong juga berarti kegiatan atau budaya sosial yang penting dalam masyarakat, khususnya dalam hal sosialisasi.

Seiring perkembangan zaman, tidak hanya sebagai perantara bersosialisasi, nongkrong lebih mengarah pada kegiatan untuk update status berdasarkan tempat yang dikunjungi. Disini terjadi suatu penyimpangan budaya nongkrong, dimana orang-orang mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat. orang-orang menggunakan gadget menjadi ajang memamerkan eksistensinya di dunia maya, dan mengabaikan orang disekitarnya. Nongkrong memiliki manfaat baik positif, maupun negatif tergantung dari pandangan orang yang melakukannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun