Mohon tunggu...
M Brilliant
M Brilliant Mohon Tunggu... Penulis - Writer

Writing is one of my passions

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Menjadi Nasabah Bijak, Lindungi Diri dari Kejahatan Siber

20 September 2022   17:33 Diperbarui: 21 September 2022   13:51 733
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ada 5 kejahatan siber atau dunia maya pada posisi teratas yang dapat memengaruhi individu dan bisnis pada tahun ini:

1. Ransomware
2. Peretasan IOT
3. Penipuan Phishing
4. Situs Spoofing
5. Perusakan Perangkat Lunak

Dan bagaimana cara bijak melindungi diri dari kejahatan siber? 

Cara Mencegah Kejahatan Siber

Source: Google search
Source: Google search
Secara garis besar, mencegah kejahatan siber dapat dilakukan dalam beberapa cara, seperti:
  1. Tetap terkini.
  2. Jadilah cerdas dengan perangkat. Jangan bagikan kata sandi, kode, atau pin dengan siapa pun.
  3. Jangan sembarang akses. Penawaran WIFI gratis sangat banyak ditawarkan. Namun hal gratis tidak dapat menjamin keamanan data maupun perangkatmu.
  4. Teliti terhadap pengelabuan. Waspadalah terhadap semua hal mencurigakan dan jenis ini pengelabuan — termasuk panggilan telepon perusahaan kartu kredit — yang meminta informasi pribadi. 
  5. Minimalkan Info. Hindari memasukkan data seperti tanggal lahir, nomor jaminan sosial, dan informasi lain apa pun yang terkait dengan identitas Anda. Ini meninggalkan jejak digital yang disukai peretas.

Contoh Kejahatan Siber beserta Pencegahannya

Berikut penjelasan 5 kejahatan siber teratas dan cara untuk mencegahnya: 

1. Ransomware 

Source: Google search
Source: Google search

Ransomware adalah teknis modern pada kejahatan yang telah ada selama berabad-abad. Kesimpulannya, ransomware bekerja ketika penjahat mencuri sesuatu yang bernilai tinggi dan meminta pembayaran sebagai imbalan pengembaliannya. Ransomware telah berkembang menjadi kategori malwarenya sendiri, hal ini harus menjadi perhatian utama bagi semua organisasi, terkhusus sektor perbankan. Untuk sebagian besar sektor perbankan dan bisnis, ini melibatkan enkripsi data perusahaan. Ketika ransomware menyerang, maka bisnis terhenti dan karyawan tidak dapat melakukan pekerjaan mereka.

Jika hal ini terjadi, lakukanlah cara berikut: 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun