Mohon tunggu...
Mas Yunus
Mas Yunus Mohon Tunggu... Dosen - Beyond Blogger. Penulis ihwal pengembangan ekonomi masyarakat, wisata, edukasi, dan bisnis.

Tinggal di Kota Malang. Bersyukur itu indah. Kepercayaan adalah modal paling berharga. Menulis untuk mengapresiasi. Lebih dari itu, adalah bonus.

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Tasyakuran Bolang di Kedai Bernuansa Romantis

24 Mei 2017   11:19 Diperbarui: 24 Mei 2017   16:36 839
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pukul 7 malam itu terasa spesial. Ono dipangan bareng, gak ono sabar bareng (ada dimakan bersama, tidak ada sabar bersama). Begitulah kira-kira perasaan komunitas kami Bolang, saat menggelar acara tasyakuran (22/5/2014). Sekali Bolang berkumpul, biasanya muncul gagasan baru dan bahkan beranak pinak begitu saja, kwkwkk :)

Bahwa membangun komunitas yang solid itu tak semudah mengelus dada, hehe :). Harus ada stimulus yang memungkinkan para anggota memiliki rasa batin kolektif. Komunitas Bolang, berusaha memanfaatkan hadiah ICD 2017 di Jogja sebagai momen untuk menyatukan rasa kolektif itu. Kami sepakat memilih lokasi di dua kedai spesial berikut ini.

Satukan Rasa: Lesehan di Depan Kolam Ikan

Sebagai perwujudan rasa syukur komunitas Bolang mendapatkan award di ajang ICD 2017, malam itu (22/5/2017) kami makan bersama di sebuah warung lesehan, lokasinya dekat Taman Krida Budaya, Jl. Suhat, Malang.


Perasaan suka dan duka komunitas, seolah melebur menjadi satu di sudut ruang warung berlampu temaram itu. Kedainya bernama "Warung Lesehan Jogja”. Warung lesehan ini berkonsep angkringan yang di sekelilingnya dilengkapi dengan kolam ikan. Tampak sekawanan ikan emas berenang menari-nari berebut makanan, seolah ikut gembira bersama kami kala itu.

Warung Lesehan Jogja di Dekat Tama Krida Budaya, Malang/Dok. Pribadi
Warung Lesehan Jogja di Dekat Tama Krida Budaya, Malang/Dok. Pribadi
Suasana demikian, membuat nyaman sebagai tempat makan bersama seraya tetap bersyukur. Menu ayam bakar dan ikan guraminya berasa sedap. Harganyaun terbilang “murmer” (murah meriah) bila dibandingkan dengan harga makanan yang sama di restoran-restoran.

Kola ikan di warung lesehan Jogja, Malang/Dok. Pribadi
Kola ikan di warung lesehan Jogja, Malang/Dok. Pribadi
Menikmati Red Velved Latte di Kedai Bernunasa Romantis

Sekira 1,5 jam kami makan dan ngobrol bersama di warung lesehan Jogja itu, selanjutnya pukul 20.45 Wib kami membelanjakan sisa waktu untuk mencari minuman spesial. So, kendaraan membawa kami pergi dari Jl. Suhat melewati Dinoyo menuju Jl. Joyo Agung, Merjosari, Malang, hingga tiba di lokasi, sekitar 500 meter sebelum Villa Bukit Tidar, di mana Papimoon Coffee& Resto berada.

Bendahara Bolang menuju kasir Papimoon Coffee & Resto/Dok. Pribadi
Bendahara Bolang menuju kasir Papimoon Coffee & Resto/Dok. Pribadi
Kedai itu tergolong baru, merupakan pesaing Cokelat Klasik, Bukit Delight, Camilo Colours and Gardendan So-ImaBar & Kitchen yang sudah terlebih dahulu eksis dan tiap hari ramai dikunjungi para pelanggan.

Pilih-pilih menu di depan receptionist Papimoon Coffee & Resto/Dok. Pribai
Pilih-pilih menu di depan receptionist Papimoon Coffee & Resto/Dok. Pribai
Kopdar di Papimoon Coffee & Resto/Dok. Pribadi
Kopdar di Papimoon Coffee & Resto/Dok. Pribadi
Kedai AlaLala, menyatu dengan Papimoon Coffee/Dok. Pribadi
Kedai AlaLala, menyatu dengan Papimoon Coffee/Dok. Pribadi
Persis di samping Papiloon Coffee& Resto, terdapat AlaLala Special Chicken Recipeyang berada dalam area yang sama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun