Mohon tunggu...
Choirul Rosi
Choirul Rosi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis cerpen yang hobi membaca buku dan novel

Cerita kehidupan yang kita alami sangat menarik untuk dituangkan dalam cerita pendek. 🌐 www.chosi17.com 📧 choirulmale@gmail.com IG : @chosi17

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Teana - Lamadh 2 (Part 36)

18 Maret 2019   12:31 Diperbarui: 18 Maret 2019   12:51 37
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Gua itu tersembunyi dibalik semak gurun yang lebat. Sekilas seperti tidak ada penghuninya. Namun dengan kekuatan sihir Yodh, pancaran energi dari makhluk itu bisa dirasakan olehnya.

"Kita telah sampai. Siapkan senjata kalian."

Tanpa menunggu lama, anak buah Yodh melesat turun dari atas bukit batu cadas. Secara bergantian, mereka masuk kedalam gua setelah menyingkirkan semak -- semak yang tumbuh lebat.

Mulut gua itu cukup rendah. Sehingga mereka berjalan dengan sedikit menunduk. Ketika memasuki sebuah lubang yang menganga cukup besar, anak buah Yodh tiba -- tiba terpental. Mereka terjerembab cukup jauh dengan keadaan tubuh berubah menjadi ular. Kekuatan yang terpancar dari dalam lubang itu berhasil mengalahkan anak buah Yodh.

"Maaf Yang Mulia, kami tidak sanggup menembus pintu masuk gua. Ada kekuatan besar yang melindungi pintu itu." ucap anak buah Yodh dalam keadaan setengah terluka.

Yodh memasuki mulut gua. Ia berjalan menunduk melewati beberapa ekor ular yang menggeliat -- geliat didalam gua. Kekuatan yang melindungi lubang itu telah membuat tubuh kasar anak buah Yodh lenyap.

Yodh memandangi ruangan gua. Lalu ia duduk bersila. Mulutnya bergerak pelan. Ia merapalkan mantranya. Tubuhnya mengeluarkan cahaya kehijauan. Cahaya putih yang menyelimuti lubang didepannya kini mulai memudar dan menghilang secara perlahan -- lahan. Ular -- ular itu kini berubah menjadi manusia seperti biasa. Tubuh kasar mereka telah kembali.

Yodh berdiri. Ia berjalan memasuki lubang itu. Beberapa anak buahnya berjalan dibelakang Yodh. Ketika Yodh memasuki lubang, ia disambut oleh desisan puluhan laba -- laba berwarna hitam pekat. Sekumpulan laba -- laba berwujud setengah manusia itu menyerang Yodh dan anak buahnya. Dengan mengayunkan dua kaki depannya yang berujung tajam, mereka berhasil melukai beberapa anak buah Yodh.

Pertempuran itu berjalan cukup seimbang. Anak buah Yodh menyerang balik para manusia laba -- laba itu. Mereka mengayunkan tombak mereka hingga menyabet kaki laba -- laba. Beberapa laba -- laba itu tewas dengan perut pecah mengeluarkan lendir berwarna hitam.

Tanpa disadari oleh Yodh, puluhan laba -- laba sedang mengawasi mereka dari atas dinding gua. Laba -- laba itu bergelantungan di jaring -- jaring yang mereka pintal. Jaring laba -- laba yang terbuat dari serat halus yang mampu menahan tubuh pembuatnya hingga bisa bergelantungan dengan seimbang.

Mulut manusia laba -- laba itu mendesis keras mengeluarkan suara yang cukup memekakkan telinga. Mata mereka membelalak kemerah -- merahan memancarkan amarah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun