Mohon tunggu...
Ludiro Madu
Ludiro Madu Mohon Tunggu... Dosen - Dosen

Mengajar di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional UPN 'Veteran' Yogyakarta.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Hari Kopi Internasional: Gandrung Kopi Indonesia dalam "Rusiano Revolution"

1 Oktober 2021   23:54 Diperbarui: 3 Oktober 2021   17:37 911
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi secangkir kopi hitam di Hari Kopi Internasional 1 Oktober. Sumber: Pixelliebe via Kompas.com

Moskow dan St. Petersburg menjadi kota utama bagi menjamurnya kafe-kafe kopi. Kafe-kafe itu tidak kalah moderen dan menterengnya dibandingkan berbagai kafe semacam di negeri-negeri Barat. 

Banyak yang meniru kafe-kafe seperti di AS. Masyarakat Rusia tidak mau kalah dengan rekannya di belahan dunia lain. Mereka pun memiliki hobi baru, yaitu nongkrong di kafe-kafe sambil menyeruput kopi Indonesia. 

Peta Citarasa Kopi Indonesia. Sumber: rumahkopiranin.com
Peta Citarasa Kopi Indonesia. Sumber: rumahkopiranin.com
Perkembangan sosial masyarakat Rusia seperti itu memang berbeda dengan posisi politik globalnya. Secara politik-pertahanan, Rusia memang ditakdirkan menjadi pesaing sepanjang masa bagi Amerika Serikat (AS) dan sekutunya. Di mana pun kepentingan AS bercokol, di situ pula Rusia menentangnya. 

Namun masyarakat Rusia ingin serupa dengan masyarakat global. Mereka mulai menyukai minum kopi-kopi impor, termasuk dari Indonesia. 

Festival Kopi

Ekspor kopi Indonesia ke Rusia menduduki peringkat ke tujuh. Selama ini distribusi kopi di Rusia dikuasai oleh Brasil, Kolombia, Vietnam, Swiss, Belanda, dan Jerman). 

Entahlah apa penyebabnya tiga negara terakhir itu lebih besar ekspor kopinya ketimbang Indonesia. Padahal mereka tidak memiliki perkebunan kopi. 

Meski demikian, potensi kopi Indonesia di pasar Rusia masih sangat prospektif. Berbagai sumber menyebutkan bahwa ekspor kopi Indonesia ke negeri Beruang Putih itu meningkat terus. 

Hasil penjualan kopi mencatat 9,18 juta USD (2018), menjadi 20 juta USD di 2019, dan, bahkan, naik lagi mencapai angka 31,2 juta USD di akhir 2020. 

Sebelum pandemi, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow menyelenggarakan festival kopi Indonesia di tahun 2019. Ini bukan festival perdagangan untuk berbagai macam produk, tetapi khusus tentang kopi saja. Pameran khusus tentang Kopi Indonesia. 

Festival Kopi Indonesia, Moskow, 2019. Sumber: rm.id
Festival Kopi Indonesia, Moskow, 2019. Sumber: rm.id

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun