Mohon tunggu...
Ludiro Madu
Ludiro Madu Mohon Tunggu... Dosen - Dosen

Mengajar di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional UPN 'Veteran' Yogyakarta.

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Artikel Utama

Pragmatisme Rusia dalam Mendukung Taliban

9 September 2021   07:31 Diperbarui: 10 September 2021   16:40 978
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Russian Ministry of Foreign Affairs / AFP 

Zhirnov menggambarkan sejak hari pertama mereka menguasai Kabul, kelompok Taliban memberikan kesan lebih baik. Bahkan dia mengklaim Afghanistan lebih baik di bawah teroris Taliban daripada di bawah Ghani. Pandangan itu sangat mengejutkan bagi negara-negara lain yang korp diplomatik dan warganegaranya diungsikan keluar dari negara itu.

Namun demikan, Rusia tetap mewaspadai situasi Kabul dan sekitarnya. Kenyataan itu khususnya berkaitan dengan bagaimana Rusia dapat mengambil keuntungan dari situasi di Afghanistan. 

Kalkulasi rasional dalam politik luar negeri Rusia sebenarnya sederhana, yaitu bahwa situasi Afghanistan penuh dengan peluang dan risiko. Sejauh mana Rusia mampu mendapat keuntungan semaksimal mungkin dengan risiko seminimal mungkin.

Yang menarik adalah Rusia ternyata masih secara resmi menempatkan kelompok Taliban sebagai organisasi teroris. Bahkan Rusia telah menjalin komunikasi selama bertahun-tahun dengan para pemimpin Taliban, bahkan mengundang mereka ke Moskow.

2. Afghanistan adalah monumen Perang Dingin

Moskow tidak ingin mengulangi pengalaman pahitnya dengan Afghanistan dengan tetap bersama Taliban. Moskow punya kenangan buruk berkaitan dengan kegagalan intervensi mereka di Afghanistan. 

Pada 1979, pasukan Uni Soviet menyerbu negara itu untuk membantu pemerintah komunis dalam memerangi kelompok pemberontak Islamis atau kamu Mujahidin. 

Operasi militer Moskow yang seharusnya cepat itu malah berlangsung berlarut-larut selama hampir satu dekade, merenggut banyak nyawa dan menguras biaya di pihak Uni Soviet. Segera setelah pasukan US mundur, rezim komunis runtuh. 

Dengan kelompok Taliban sekarang, Rusia sangat tertarik pada penyelesaian yang cepat, damai, dan upaya stabilisasi berikutnya di Afghanistan serta pemulihan pasca-konflik. 

Bagi Rusia, kekuatan militer Taliban dapat memulihkan stabilitas keamanan dan membentuk pemerintahan baru di Afghanistan. Rusia berpandangan Taliban dengan kekuatan sendiri adalah pilihan terbaik untuk membangun negeri itu ketimbang berada di bawah AS.

3. Putin melibatkan Taliban dalam proses perdamaian di Afghanistan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun