Mohon tunggu...
LoVembers
LoVembers Mohon Tunggu... I'm a delusional artbitch who is trapped on poem, music, film, and photography.

*setiap kata yang kutulis adalah jiwa, jiwaku yang terlalu gila untuk menjadi hal lain selain sebuah tulisan*

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Semesta Luka

26 Agustus 2019   06:19 Diperbarui: 26 Agustus 2019   06:38 0 11 3 Mohon Tunggu...
Puisi | Semesta Luka
Sumber: istock

Sebelum dini buta menjelma pagi yang semu aku bermimpi mendengarkan nafasmu lelaki berjantung bulan, mahir melelapkan badai dengan belai tangan rupawan 

Sangka ini menghadirkan ratusan anak telaga di mataku tempat semesta memadu, menerka jumlah debar dalam lumbung rasa menakar ceruk luka yang kian mengangga karena kecewa 

Malam ini kelam sewarna bir yang hendak kutuang ,rindu melahirkan degup yang hinggar pada harapan menuding kata-katamu menjadi korban, selaksa umpama dari kepak yang membawaku terbang 

Ceritakan padaku, sepedih apa hujan pagi tadi menjatuhi ubun-ubunmu? 

apakah lebih nyeri dari ulu mangsa buruan yang terpanah? 

ataukah melebihi perih sayatan yang dilembabkan nanah? 

Serupa itu kau sembam dadaku hingga mengabu.

 Ygy 25.08.19

KONTEN MENARIK LAINNYA
x