Mohon tunggu...
Lita Widyawati
Lita Widyawati Mohon Tunggu... Mahasiswa - Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra

K-Pop and Books enthusiast

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Omimai: Budaya Menjenguk Orang Sakit ala Orang Jepang

12 Juli 2021   17:12 Diperbarui: 12 Juli 2021   17:28 2527
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

3. Omimai-kin (Uang Simpati)

Selain bunga dan makanan, penjenguk juga bisa memberikan uang atau omimai-kin (お見舞金). Jika di Indonesia hal seperti ini sangat jarang terjadi, namun di Jepang sendiri merupakan hal biasa dan ada aturannya juga, lho. Tidak bisa sembarang memberi, dari cara dan besaran nominalnya harus diperhatikan baik-baik.

Besaran nominal uang simpati biasanya tergantung dari hubungan antara penjenguk dengan pasien. Dan rata-rata besarannya sama digunakan oleh seluruh masyarakat Jepang. Berikut besaran nominal uang simpati:

  • Orang tua = 10.000 - 30.000 yen
  • Saudara/kerabat = 5.000 - 10.000 yen
  • Teman = 3.000 - 5.000 yen
  • Bos dan teman sekantor = 3.000 - 5.000

Uang simpati dimasukkan ke dalam amplop putih dan diikat dengan Mizuhiki (水引); tali berwarna merah dan putih. Ada 3 jenis Mizuhiki, yaitu Chomusubi (untuk perayaan), Musubikiri (untuk pernikahan dan penyembuhan), dan Awajimusubi (untuk pemakaman dan pernikahan). 

Dan biasanya uang simpati menggunakan jenis Musubikiri karena ikatan hanya satu dan sulit untuk diputuskan, berarti "hanya sekali di kehidupan dan semoga tidak akan terjadi lagi". Di bagian depan amplop ditulis nama penjenguk.

Musubikiri Sumber: awajihopping.jp
Musubikiri Sumber: awajihopping.jp

4. Manner Ketika Menjenguk Orang Sakit

  • Tidak boleh membawa banyak orang. Dibatasi hanya 2 – 3 orang. Itu pun jika kondisi si pasien sangat parah, tidak boleh bertemu langsung demi perawatan intensif si pasien.
  • Waktunya pun dibatasi hanya 10 – 20 menit saja agar pasien tidak cepat lela

5. Konten Percakapan

Ucapan ketika bercakap juga diperhatikan, lho! Tidak boleh salah bicara dan menyakiti hati si pasien. Seperti mengucap, "lakukan yang terbaik" atau "semoga cepat sembuh" itu tidak dianjurkan karena akan memberi tekanan pada pasien. Lebih dianjurkan mengucap, "istirahat pelan-pelan, ya" atau "jangan berlebihan (ketika si pasien terlalu banyak bergerak)".

Ternyata cukup berbeda dengan di Indonesia ya, teman-teman. Namun, tetap saja budaya menjenguk orang sakit ini sama-sama ditujukan untuk kesembuhan pasien dan membantunya. 

Meskipun sekarang kita tidak bisa menjenguk langsung kerabat atau teman yang sedang dirawat di rumah sakit karena sedang pandemi, kita bisa secara langsung menyemangatinya secara daring. Yuk, kita beri motivasi dan mendoakan kesembuhan mereka!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun